Ini Identitas Pria Misterius yang Tabrakkan Dirinya ke Kereta
Peristiwa

Ini Identitas Pria Misterius yang Tabrakkan Dirinya ke Kereta

Jogonalan, (klaten.sorot.co)--Kinerja aparat kepolisian untuk mencari identitas pria misterius yang ditemukan tewas tertabrak kereta api, pada Senin (11/09) lalu akhirnya membuahkan hasil. Pria yang diduga bunuh diri dengan cara membiarkan dirinya ditabrak kereta api itu bernama Surono (40), warga Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan.

Korban sendiri melakukan tindakan nekat tersebut di perlintasan kereta api Dukuh Titang, Desa Titang, Kecamatan Jogonalan. Sesaat sebelum identitas itu ditemukan, aparat kepolisian sempat kewalahan untuk mencari identitas korban, mengingat tidak ditemukannya satupun barang bukti yang menunjukkan tanda pengenal pada jenazah korban.

Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP pada Senin kemarin, korban hanya meninggalkan kendaraan sepeda motor Suzuki bernopol AD-6472-AIE. Meski dari sepeda motor itu tidak membuahkan hasil banyak, namun akhirnya, pada Selasa (12/09/2017) siang pihak keluarga korban berhasil diketahui keberadaannya.

Keluarga korban akhirnya sudah kami temukan, mereka tadi langsung datang ke Polsek untuk menanyakan informasi itu. Sejumlah anggota langsung mengantar pihak keluarga untuk menjemput jenazah di RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten,” kata Kapolsek Jogonalan, AKP Ngadino Selasa siang.

Pihaknya mengaku meski identitas dan keluarga korban sudah ditemukan, namun hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui alasan korban melakukan tindakan nekat tersebut. Rencananya korban akan segera dibawa ke rumah duka untuk segera dilakukan pemakaman.

Banyaknya beberapa peristiwa yang melibatkan kereta api dengan pengguna jalan membuat polisi akan melakukan berbagai upaya. Ia juga meminta kepada masyarakat umum untuk lebih berhati-hati ketika melakukan perjalanan di perlintasan kereta api. Terutama perlintasan yang tidak memiliki palang pintu dan tidak dijaga oleh petugas.

Dari informasi yang kami peroleh dari penjaga rel. Dalam sehari itu kurang lebih ada 82 kereta api yang berlalu lalang di perlintasan Kecamatan Jogonalan ini, sehingga kewaspadaan dari masyarakat dalam hal ini sangat dibutuhkan,” pungkasnya.