40 Persen Lulusan SMK Langsung Terserap Dunia Kerja
Pendidikan

40 Persen Lulusan SMK Langsung Terserap Dunia Kerja

Kota (klaten.sorot.co)--Serapan tenaga kerja dari lulusan SMK di Klaten cukup tinggi. Begitu lulus minimal 40% alumni SMK langsung diterima dunia usaha dan industri.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Klaten Budi Sasangka menuturkan, rata-rata lulusan SMK sekitar 10.000 orang tiap tahun. Berbagai bidang kerja langsung menampung para lulusan, misal pertanian, otomotif, dan niaga.

Begitu lulus terserap 40%. Sampai Desember yang terserap bisa 75%. Kenapa sarapannya butuh waktu karena masih ada yang menunggu,” kata Budi, Rabu (13/9).

Masa tunggu itu lebih disebabkan faktor usia. Menurut Budi, sebagian lulusan masih ada yang berusia dibawah 18 tahun. Sesuai Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja, batas minimal usia tenaga kerja adalah 18 tahun. Pembatasan usia minimal ini menjadi syarat mutlak agar tidak ada pekerja di bawah umur. 

Misal lulus umurnya belum genap 18 tahun ya harus menunggu dulu. Namun tidak menjadi kendala karena beberapa perusahaan mau menunggu (rekrut) sampai umurnya 18 tahun,” jelas Budi.

Salah satu upaya sekolah menggenjot serapan tenaga kerja SMK dengan bekerjasama para pelaku dunia usaha dan industri (DUDI). Dicontohkan, beberapa sekolah memiliki Kelas Industri. Kelas ini merupakan hasil kerjasama sekolah dengan dunia kerja. Semisal SMK Kristen 5 dengan Honda Astra, SMKN 2 Klaten dengan Isuzu, dan lainnya.

Termasuk penyelenggaraan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) setiap tahun menjadi ajang untuk makin mengenalkan siswa dengan DUDI. Pasalnya, penjurian LKS dilakukan pelaku DUDI dan dosen tanpa melibatkan guru SMK.

Siswa bisa mengembangkan keterampilannya di lomba itu. Sekaligus mereka paham skill yang dibutuhkan untuk masuk dunia kerja seperti apa. Menjadi pengalaman untuk meningkatkan bekal sebelum betul-betul terjun di dunia kerja,” ucapnya.

LKS SMK 2017 diikuti 54 sekolah negeri swasta dengan 30 kompetensi keahlian yang dilombakan. Pelaksanaan digelar di beberapa lokasi meliputi SMKN 1 Klaten, UNY, SMK Rota Bayat, SMKN 1 Trucuk, dan SMKN 3 Klaten. Peserta di tiap lokasi 80-100 siswa.

Salah satu peserta LKS, Vera Septiani, 17, siswi SMKN 1 Juwiring mengaku butuh waktu sepekan untuk persiapan lomba. Persiapan mencakup belajar membuat surat pesanan, transaksi lewat mesin pos, dan presentasi.

Paling susah ketika presentasi produk. Karena pakai Bahasa Inggris jadi enggak begitu lancar. Penggunaan Bahasa Inggris saat presentasi ada nilai plusnya,” kata Vera usai presentasi minuman tradisional es dawet selasih.