Kemarau, Harga Beras di Klaten Merangkak Naik
Ekonomi

Kemarau, Harga Beras di Klaten Merangkak Naik

Klaten, (klaten.sorot.co)--Kurang maksimalnya kualitas panen petani padi berimbas pada kenaikan harga beras di sejumlah lokasi penggilingan yang ada di Kabupaten Klaten. Bahkan kenaikan harga di tahun 2017 ini sudah dianggap melebihi kebijakan harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah yakni Rp 9.050 per kilogram.

Wakil Ketua DPP Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi (Perpadi) Jawa Tengah, Riyanto Joko Nugroho mengatakan kenaikan harga tersebut disebabkan oleh pengaruh cuaca panas pada musim kemarau. Selain itu Ia juga menjelaskan bahwa kurang baiknya kualitas padi ini juga disebabkan oleh serangan hama wereng.

Untuk harga pasaran sebetulnya dari HET itu tidak sesuai dengan para pengusaha penggilingan padi. Karena memang di lapangan harganya sudah lebih dari ketentuan HET itu,” ujarnya saat ditemui, Rabu (13/09/2017).

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, untuk harga beras terakhir di tingkat penggilingan saat ini sudah mencapai Rp 9.800 per kilogram. Sedangkan untuk harga di tingkat kios maupun pasar sudah mencapai Rp 10.500 perkilogram. Sehingga kebijakan HET tersebut justru kurang sesuai.

Panen pada tahun ini tidak sebagus tahun lalu, karena memang pada tahun lalu itu musim kemaraunya cenderung basah. Berbeda dengan saat ini yang sangat kering. Untuk mendapatkan air, petani harus memompa menggunakan mesin,” kata dia.

Dirinya menambahkan, untuk harga gabah kering panen (GKP) saat ini sudah mencapai kurang lebih Rp 5.000 per kilogram. Sehingga, apabila saat ini GKP itu rendeman 50 artinya untuk harga beras jika dikalkulasi sudah mencapai Rp 10.000 perkilogram di tingkat penggilingan.

Harga itu baru di tingkat penggilingan, kalau eceran ditingkat pasar jadi ya Rp 10.500 perkilogram. Belum nanti ada tambahan lain seperti packing maupun bongkar muat,” pungkasnya.