Bantaran Sungai Berubah Jadi Wahana Wisata Beku
Wisata

Bantaran Sungai Berubah Jadi Wahana Wisata Beku

Karanganom,(klaten.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Klaten meresmikan Desa Wisata Beku, Kamis (9/11). Desa wisata di Kecamatan Karanganom tersebut menawarkan Kampung Banyu Beku (Babe) sebagai obyek wisata unggulan.

Kepala Desa (Kades) Beku Muhammad Mudrik mengungkapkan, persiapan Kampung Babe dimulai sejak pertengahan 2016 dengan survei menggali potensi desa. Dari beberapa lokasi yang disurvei, diputuskan untuk mengembangkan bantaran sungai di Dukuh Sidorejo.

Dulu ini hanya bantaran sungai dengan semak belukar yang tidak terurus. Alhamdulillah kami punya ide untuk mengembangkan potensi yang ada. Karena disini ada aliran sungai Wonggo dan Kapilaler maka dinamakan Kampung Banyu (air, Red),” urai Mudrik.

Kampung Babe memiliki tiga wahana permainan unggulan, susur sungai dengan perahu, river tubing, dan flying fox. River tubing memanfaatkan saluran irigasi peninggalan zaman Belanda. Sedangkan flying fox menawarkan sensasi memacu adrenalin karena titik finish berada di tepi sungai. 

Mudrik menjelaskan, pengembangan Kampung Babe pada tahun ini digelontor Rp 200 juta dari anggaran desa. Tahun depan, desa menganggarkan lagi Rp 300-500 juta untuk pengembangan lanjutan. Saat ini Kampung Babe berada di bantaran sungai sepanjang 1,5 kilometer dengan luasan 1 hektar.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Klaten Joko Wiyono mengapresiasi langkah desa dalam mengembangkan potensi untuk kesejahteraan masyarakat.

Inisiasi, kreasi, inovasi dari desa untuk menggali dan mengembangkan potensi setempat ini tentu sangat baik. Pengembangan potensi desa menjadi desa wisata merupakan upaya pemerintah desa untuk menyejahterakan masyarakat melalui peningkatan ekonomi,” kata Joko.