Sarang Tawon Raksasa Kembali Teror Sejumlah Wilayah di Klaten
Peristiwa

Sarang Tawon Raksasa Kembali Teror Sejumlah Wilayah di Klaten

Klaten, (klaten.sorot.co)--Sarang tawon (lebah) berukuran raksasa kembali meresahkan sejumlah masyarakat di Klaten. Pasalnya, sarang yang rata-rata berdiameter 20 hingga 50 centimeter itu kerap kali menempel pada atap rumah hingga pepohonan yang ada di pekarangan. Bahkan, tak sedikit akibat dari hal itu banyak masyarakat yang menjadi korban sengatan tawon.

Informasi yang diperoleh, dalam kurun waktu dua hari terakhir ini petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten sudah melakukan penanganan kurang lebih 7-8 sarang tawon raksasa. Penanganan pertama dilakukan pada, Rabu (08/11) lalu, sebanyak dua sarang tawon yang tersebar di dua wilayah yakni Kecamatan Prambanan dan Gantiwarno telah berhasil dibasmi.

Penanganan pun belum berakhir disitu, pada Kamis (09/11) kemarin sejak pukul 14.00 WIB hingga 22.00 WIB, petugas kembali melakukan penanganan terhadap sarang tawon raksasa. Bahkan pembasmian telah dilakukan sebanyak 5 hingga 6 sarang tawon yang tersebar di sejumlah wilayah mulai dari Kecamatan Juwiring, Karangdowo dan Pedan.

"Memang untuk saat ini keberadaan sarang raksasa kembali muncul di Klaten. Bahkan sampai saat ini kami masih ada laporan sekitar empat sarang yang harus kami tangani lagi," kata petugas Damkar Klaten, Heribertus saat ditemui, pada Jumat (10/11/2017) siang.

Pihaknya menceritakan, selama ini sarang tawon raksasa yang ditemui rata-rata menempel pada bagian atap rumah dan pepohonan. Meski nasih belum diketahui penyebab pasti maraknya hewan tersebut, namun diduga faktor cuaca yang memasuki musim penghujan menjadi penyebab mudanya tawon dalam berkembang biak. 

"Bahkan dari keseluruhan kasus yang ditangani, jenis tawon itu hampir sama. Kalau warnanya hitam disertai kuning, biasanya orang jawa menyebut itu adalah tawon ndas," kata dia.

Namun ternyata dibalik semua penanganan itu petugas Damkar juga tidak selalu berjalan lancar. Berbagai peralatan yang seharusnya untuk memadamkan api terpaksa dimaksimalkan untuk penanganan sarang tawon, seperti alat penyedot asap hingga baju anti panas. Bahkan ilmu yang mereka gunakan dalam penanganan itu juga hanya berbekal ilmu autodidak dan hasil dilapangan selama ini.

"Kita hanya pengalaman dilapangan saja, karena memang selama ini ilmu yang kita peroleh hanya tentang kebakaran. Untuk sarang tawon kita dalami sendiri. Yang pasti prioritas kita hanya menjadi pelayan masyarakat," pungkasnya.