Diapit Dua Kota Berlatarbelakang Keraton, Klaten Digadang-gadang Punya Banyak Monumen
Wisata

Diapit Dua Kota Berlatarbelakang Keraton, Klaten Digadang-gadang Punya Banyak Monumen

Kota (klaten.sorot.co)--Pemkab Klaten melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) segera mendata monumen bersejarah di wilayah Klaten. Pendataan monumen bersejarah akan menjadi rujukan pemkab untuk melestarikan cagar budaya sekaligus menggali potensi wisata.

Kepala Disbudparpora Klaten Joko Wiyono meyakini, ada banyak monumen tersembunyi yang belum terekspos dan diketahui masyarakat. Hal ini mempertimbangkan letak geografis Klaten yang diapit dua kota besar dengan latarbelakang keraton.

Jika dilihat dari letaknya saya kira monumen di Klaten itu banyak. Mungkin lebih dari 10. Dalam waktu dekat segera kami lakukan penyisiran,” kata Joko Wiyono, Sabtu (11/11).

Nantinya hasil penyisiran monumen di 26 kecamatan dituangkan dalam SK Bupati. Joko menjelaskan, dengan penerbitan SK maka menguatkan daftar monumen bersejarah untuk mendapat pemihakan dari pemerintah. Selain itu, SK daftar monumen juga dilaporkan ke Badan Pelestari Cagar Budaya (BPCB). 

Harapan kami nanti Pemkab dan BPCB bisa sinergi menjaga monumen dari tangan-tangan jahil. Sekaligus mengelolanya sebagai wisata alternatif pendidikan sejarah untuk generasi muda,” kata Joko.

Disebutkan, beberapa monumen yang cukup dikenal masyarakat baru monumen Markas Besar Komando Djawa (MBKD) di Kepurun, Kecamatan Manisrenggo dan Tugu Waseso di Pandanan, Kecamatan Karanganom.

Plt Bupati Klaten Sri Mulyani menyambut baik upaya Disbudparpora untuk mendata monumen bersejarah. Ia meminta, ke depan dapat disiapkan paket wisata monumen dan Taman Makam Pahlawan (TMP) Ratna Bantala.

Tidak boleh melupakan perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Jadi saya minta ada pemeliharaan secara berkala terkait sejumlah monumen bersejarah. Supaya nanti ketika dikunjungi wisata dalam kondisi baik karena saya juga minta bisa dibuat paket wisata monumen dengan TMP,” ucap Mulyani.