Era Teknologi, Kekosongan Perangkat Desa Harus Diisi dengan Ahli IT
Pemerintahan

Era Teknologi, Kekosongan Perangkat Desa Harus Diisi dengan Ahli IT

Klaten, (klaten.sorot.co)--Banyaknya tugas Pemerintah Desa terutama dalam administrasi anggaran berbasis elektronik cukup membuat kesulitan bagi perangkat desa yang sudah berusia tua. Akibat dari hal itu, tak sedikit pekerjaan administrasi yang semestinya dikerjakan oleh perangkat desa justru diserahkan kepada tim pendamping desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemardes), Joko Purwanto mengatakan selama ini banyak perangkat desa yang cukup kewalahan dalam menyelesaikan tugas mereka. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya perangkat desa yang kebanyakan berusia sudah tau dan minimnya personil perangkat desa di beberapa kantor desa.

"Padahal sekarang untuk administrasi itu sudah keseluruhan harus di-input ke Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Artinya, untuk seluruh administrasi baik yang masuk dan keluar harus tersistem menggunakan perangkat lunak," kata dia.

Banyaknya pekerjaan dan anggaran yang dikelola oleh pemerintah desa pun tidak sebanding dengan kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Akibatnya, lanjut Joko, tak sedikit perangkat desa itu justru meminta bantuan kepada tim pendamping desa untuk turun langsung mengerjakan tugas administrasi tersebut. 

"Tim pendamping desa itu bukan untuk mengerjakan tugas administrasi mereka, melainkan hanya mendampingi dan memberikan pelajaran kepada perangkat desa untuk bisa mengoperasikan administrasi berbasis elektronik. Kami khawatir kalau terus menerus nanti jadi ketergantungan," imbuh dia.

Melihat kondisi yang selama ini terjadi, Joko, meminta kepada seluruh Pemerintah Desa yang memiliki kekosongan perangkat agar bisa merekrut Tenaga Harian Lepas (THL) yang masih berusia muda. Tidak hanya itu, setidaknya THL tersebut juga harus bisa mengoperasikan perangkat lunak untuk mempermudah proses administrasi.