Tahun Depan Semua Desa Bebas Buang Air Besar Sembarangan
Sosial

Tahun Depan Semua Desa Bebas Buang Air Besar Sembarangan

Kota,(klaten.sorot.co)--Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten menargetkan semua desa di Klaten bebas buang air besar sembarangan (BABS) pada tahun depan. Dari total 391 desa di Klaten sudah ada 101 desa yang mendeklarasikan sebagai kawasan bebas BAB sembarangan.

Plt Kepala Dinkes Klaten Cahyono Widodo mengatakan, target bebas BAB tahun depan merupakan percepatan dari yang semula ditargetkan 2019. Berbagai upaya dilakukan Dinkes seperti sosialisasi ke desa dan bantuan jambanisasi.

Kami mengajak masyarakat untuk membiasakan hidup sehat dan bersih. Salah satunya dengan tidak buang air besar sembarangan. Untuk memfasilitasi sarana sanitasi, tahun depan kami berikan bantuan 2.500 unit jamban dalam program jambanisasi di semua desa,” kata Cahyono usai acara Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di pendopo Pemkab Klaten, Minggu (12/11).

Masalah sanitasi, lanjut Cahyono, dengan BAB pada tempatnya menjadi salah satu indikator menuju masyarakat dan lingkungan yang sehat. Pasalnya, BAB sembarangan dapat menjadi sumber penyakit dan mencemari lingkungan sekitar. Karena itu, program jambanisasi akan menyasar rumah tangga yang belum memiliki fasilitas jamban. Diharapkan dengan bantuan tersebut warga tidak lagi BAB di sungai atau tempat lain. 

Camat Cawas M Nasir menambahkan, butuh komitmen semua elemen untuk mewujudkan desa sebagai kawasan BAB sembarangan. Kecamatan Cawas sebagai pelopor kawasan bebas BAB bahkan sudah memulainya sejak lima tahun lalu. Sosialisasi dan aksi nyata pemerintah menjadi motivasi masyarakat untuk berpartisipasi.

Menurut Nasir, Kecamatan Cawas memprogramkan kawasan bebas BAB lantaran belum semua masyarakat sadar akan pentingnya hidup sehat dan bersih. Adanya tujuh sungai yang melintas di kecamatan tersebut menjadi lokasi BAB bagi sebagian masyarakat.

Setelah proses bertahun-tahun akhirnya semua desa di Cawas menjadi desa bebas BAB. Terakhir yang mendeklarasikan adalah Desa Mlese. Kebiasaan baik ini diharapkan bisa dicontoh desa lain agar tidak ada lagi warga buang air sembarangan,” tuturnya.