Terkena OTT, Rumah Kepala Dishub Klaten Didatangi Petugas
Peristiwa

Terkena OTT, Rumah Kepala Dishub Klaten Didatangi Petugas

Klaten, (klaten.sorot.co)--Sejumlah petugas melakukan pemeriksaan terhadap kediaman Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Purwanto Anggono Cipto yang ada di Dukuh Methuk Kidul, Desa Tegalyoso, Kecamatan Klaten Selatan, Minggu (12/11/2017). Setelah keseluruhan dipastikan aman, tidak butuh waktu lama petugas pun langsung melakukan OTT di rumah Kepala Dishub tersebut.

OTT ini sendiri bukan istilah Operasi Tangkap Tangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti yang dialami oleh Bupati Klaten non aktif, Sri Hartini. OTT ini merupakan istilah dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten dalam membasmi sarang tawon raksasa yang selama ini meresahkan masyarakat. Petugas sendiri menyebutnya sebagai Operasi Tangkap Tawon.

Dalam OTT yang berlangsung sekitar 1 jam itu petugas Damkar berhasil mengamankan sarang tawon berukuran raksasa dari atap rumah Purwanto. Petugas juga terpaksa menggunakan alat penyedot asap untuk menjinakkan sejumlah tawon yang bersarang di sarangnya seberat kurang lebih lima kilogram dengan ukuran diameter 40-50 centimeter.

"Padahal beberapa hari yang lalu itu saya naik atap belum ada sarang lebah sebesar ini. Tapi kemarin itu kok ada tetangga yang bilang bahwa ada sarang besar diatap rumah saya, akhirnya untuk menghindari terjadinya hal-hal buruk saya langsung menghubungi Damkar," ujar Kepala Dishub Klaten, Purwanto Anggono Cipto, Minggu siang.

Dalam laporan tetangganya tersebut, Ia mengaku masih belum ada yang menjadi korban dari sengatan tawon tersebut. Namun lantaran selama ini keberadaan sarang tawon raksasa cukup meresahkan masyarakat, terutama yang tinggal disekitar membuat sarang itu harus segera dilakukan evakuasi. 

Sementara itu Petugas Damkar Klaten, Tri Hatmoko mengatakan untuk penanganan sarang tawon ini petugas menggunakan alat penyedot asap. Pasalnya lokasi sarang yang terletak di atas atap memang cukup berbahaya jika tawon itu berterbangan. Akhirnya untuk menghindari amukan hewan tersebut, sebelum sarang diambil, tawon yang ada lebih dahulu disedot dan dimasukkan kedalam alat.

"Hampir keseluruhan jenis tawon yang kami tangani itu sama, orang jawa biasa menyebutnya tawon Ndas. Memang jika menyengat membuat orang mengalami gejala yang berbeda, tergantung kondisi fisik orang itu," pungkasnya.