Tahun Depan Laporan Penarikan Retribusi Via Online
Ekonomi

Tahun Depan Laporan Penarikan Retribusi Via Online

Kota,(klaten.sorot.co)–Sebanyak 150 petugas penarik retribusi mengikuti kegiatan Pembinaan dan Pengolaan Pendapatan Pasar di aula Kantor Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disdagkop dan UMKM) Klaten, Senin (13/11). Pembinaan terkait menyiapkan SDM untuk pelaporan Sistem Benda Berharga secara online mulai tahun depan.

Staf Retribusi Bidang Pengelolaan Pasar Disdagkop dan UMKM Klaten Purwadi Herlambang mengatakan, retribusi termasuk benda berharga. Karena itu, pelaporannya harus tertib dan rapi untuk menekan kebocoran di lapangan. Berapa karcis retribusi yang terjual dan jumlah pendapatan harus sesuai.

Untuk 2018 dibentuk Sistem Benda Berharga. Jadi apa yang dijual dan apa yang diminta itu nanti muncul. Jadi terjual berapa, sisanya berapa itu nanti muncul di sistem tersebut. Nanti bisa diakses umum. Sekarang sistem seperti itu hanya saja masih manual, jadi belum pakai Sistem Benda Berharga online,” ungkap Ipung, sapaan akrabnya, Senin (13/11).

Ia menjelaskan, dengan sistem online dapat menekan angka kebocoran retribusi. Jika karcis retribusi hilang maka petugas wajib menggantinya sesuai nominal retribusi ke Pemkab Klaten. 

Plt Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disdagkop dan UMKM Klaten Bambang Budi Susilo menambahkan, penerapan Sistem Benda Berharga online pada tahun depan menjadi salah satu upaya pemkab menggenjot pendapatan retribusi. Pemkab menargetkan, pendapatan retribusi pasar tahun 2017 sebesar Rp 4,5 miliar.

Dari target itu, sudah tercapai sekitar 85% per Oktober lalu. Rata-rata retribusi pasar Rp 1.500-2.000 tergantung kelas pasar, luasan dan posisi tempat jualan. Jumlah pasar di Klaten sebanyak 86 unit terdiri dari 46 pasar milik Pemkab dan 40 pasar milik desa.

Pembinaan dan pengolahan pendapatan pasar mungkin sudah cukup lama para pegawai perlu stressing untuk menjadi petugas pemungut yang benar. Jadi akan menemui pasar yang nyaman, tertib, sehat dan tertib ukur,” imbuhnya.