Di Masa Kepemimpinan Mulyani, Layanan Aduan Matur Ibu Tetap Dipertahankan
Pemerintahan

Di Masa Kepemimpinan Mulyani, Layanan Aduan Matur Ibu Tetap Dipertahankan

Kota,(klaten.sorot.co)--Layanan aduan Matur Ibu dipastikan tetap bertahan di kepemimpinan Sri Mulyani nanti. Matur Ibu merupakan layanan aduan masyarakat yang diresmikan sesaat setelah pelantikan Sri Hartini dan Sri Mulyani sebagai pasangan bupati dan wakil bupati Klaten.

Wakil Bupati sekaligus Plt Bupati Klaten Sri Mulyani menilai, layanan Matur Ibu sudah cukup bagus sehingga perlu penguatan agar lebih baik.

Matur Ibu tetap, nanti tinggal diperkuat saja. Kan bagus,” katanya, Selasa (14/11).

Layanan aduan Matur Ibu diluncurkan 28 Juli 2016 bertepatan dengan HUT Klaten. Layanan aduan Matur Ibu memiliki tiga kanal yakni website, email, dan Twitter. Aduan maupun aspirasi masyarakat kepada Bupati Klaten dapat disampaikan melalui website http://maturibu.klatenkab.go.id, email maturibu@mail.klatenkab.go.id, atau Twitter dengan akun @humaskabklaten. 

Melalui layanan Matur Ibu, masyarakat tidak perlu datang langsung ke instansi atau kantor Pemkab Klaten untuk menyampaikan aduan mereka. Aduan dapat dikirimkan darimana saja dan kapan saja karena berbasis teknologi informasi. Selain itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lebih mudah melakukan tindaklanjut karena daftar aduan dapat dilihat langsung di laman Matur Ibu.

Mulyani berharap, aduan masyarakat menjadi cambuk bagi pemerintah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Ia tak menampik, kejadian operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga menyeret Bupati nonaktif Sri Hartini menjadi preseden buruk bagi Pemkab Klaten. Hartini terpaksa mendekam di bui setelah pengadilan memvonis 11 tahun penjara, denda Rp 900 juta dan subsider 10 bulan kurungan.

Ya enggak apa-apa (masih jadi perbincangan) karena namanya menghilangkan sejarah yang tidak baik itu memang proses waktu. Semuanya proses, kalau masih ada yang miring ya sah-sah saja. Namun kami terus berusaha akan berikan yang terbaik dan lebih berhati-hati,” imbuh Mulyani.