Enam Kecamatan Diterjang Banjir, Begini Kondisi Sementara Wilayah Klaten
Peristiwa

Enam Kecamatan Diterjang Banjir, Begini Kondisi Sementara Wilayah Klaten

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Bencana banjir yang disebabkan oleh badai tropis cempaka telah terjadi di Kabupaten Klaten. Hingga kini, Rabu (29/11/2017) sedikitnya terdapat enam kecamatan yang sudah terdampak oleh bencana tersebut. Bahkan, beberapa wilayah terpaksa mendirikan posko evakuasi sementara guna menampung warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Klaten, Bambang Giyanto mengatakan keenam kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Prambanan, Gantiwarno, Wedi, Bayat, Cawas, serta Trucuk. Dari data sementara hampir rata-rata keseluruhan diterjang banjir luapan dari anak sungai maupun Sungai Dengkeng.

Untuk kondisi di Kecamatan Prambanan saat ini terdapat 50 hektar lahan pertanian yang terendam banjir dari luapan anak Sungai Dengkeng. Sedangkan untuk di Kecamatan Gantiwarno terdapat 120 hektar lahan pertanian dan lima desa terendam banjir, kelimanya yakni Desa Jogoprayan, Gentan, Sawit, Ngandong dan Kragilan.

"Untuk di Kecamatan Trucuk juga meluap. Di Dukuh Modran, Desa Planggu ada kurang lebih 300 jiwa terdampak. Ini sedang proses evakuasi," kata dia.

Lebih lanjut, untuk di Kecamatan Wedi menurut data sementara ada banyak warga yang perlu di evakuasi lantaran beberapa rumah sudah dikepung banjir. Hal itu sendiri disebabkan oleh tanggul yang ada Desa Pacing, Kecamatan Wedi jebol setinggi 2 meter dan luas 10 meter. Air sungai yang mengalir deras akhirnya masuk ke sejumlah wilayah yang ada di bagian bawah. 

Dampak dari kondisi tersebut, sedikitnya ada 100 hektar lahan pertanian di Desa Pacing terendam. Bahkan banjir yang masuk ke perkampungan membuat kurang lebih 2000 jiwa terdampak. Banjir juga mengalir masuk ke Desa Melikan, Jiwo Wetan dan Brangkal. Disitu ada puluhan jiwa yang mengungsi akibat kampungnya terisolir banjir.

"Sampai saat ini sementara ada 70 warga di Desa Pacing diungsikan ke posko pengungsian Desa Brangkal.

Evakuasi dan pemantauan di beberapa desa masih kita lakukan terus. Seluruh relawan sudah bergerak menuju ke titik yang dianggap berbahaya,

" imbuh dia.

Dikatakan, untuk kondisi di Kecamatan Cawas juga cukup mengalami banyak dampak akibat Sungai Dengkeng. Di Desa Bawak ada sekitar 200 jiwa terdampak, di Desa Japanan kurang lebih 2.000 jiwa terdampak. Sedangkan untuk lahan pertanian di Desa Burikan dan Karangasem juga diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Gamping.

"Di Kecamatan Bayat untuk Sungai Dengkeng di Desa Beluk meluap. Mengakibatkan 2500 jiwa terdampak dengan pengungsi 40 jiwa. Ketinggian air 40 sentimeter untuk saat ini," jelasnya.

Hingga saat ini, kata Bambang, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh instansi terkait dan relawan yang ada. Dalam rapat tersebut diputuskan untuk membuat sejumlah posko sementara di beberapa lokasi dengan posko induk di BPBD Klaten. Pihaknya juga telah menyiapkan 3.000 karung pasir untuk penanganan tanggul.

"Penanganan tanggul jebol menunggu air surut karena ketinggian dan derasnya banjir masih membahayakan. Untuk kebutuhan makanan sudah ada dapur umum oleh PMI dan BPBD di dua titik posko pengungsian dan juga bantuan solidaritas nasi bungkus dari berbagai pihak," pungkasnya.