Dinkes Aktifkan Posko Kesehatan di Desa yang Kebanjiran
Peristiwa

Dinkes Aktifkan Posko Kesehatan di Desa yang Kebanjiran

Kota (klaten.sorot.co)--Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten memastikan layanan kesehatan tetap berjalan normal di daerah yang terdampak banjir badai tropis Cempaka. Desa terdampak banjir minimal ada satu posko kesehatan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Klaten Herry Martanto mengatakan, penyediaan posko kesehatan telah dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Semua desa yang ada bencana minimal satu posko kesehatan harus ada. Lalu dari Puskesmas setempat ada tim patroli kesehatan. Tiap posko minimal ada tenaga administrasi, tenaga medis, tenaga farmasi untuk pelayanan obat. Semuanya sudah siap,” kata Herry, Kamis (30/11).

Petugas kesehatan diinstruksikan untuk mengenakan pakaian maupun identitas petugas kesehatan. Hal ini memudahkan masyarakat mengenali petugas saat membutuhkan layanan kesehatan. Sedangkan fasilitas kesehatan yang lumpuh akibat banjir untuk sementara dialihkan ke lokasi yang aman. Misalnya Puskesmas Cawas yang tergenang air sehingga layanan dipindahkan ke kediaman salah satu dokter di Desa Barepan. 

Herry mengingatkan, warga di daerah banjir untuk mewaspadai diare dan penyakit kulit. Kedua penyakit tersebut sangat mudah menular di daerah terdampak banjir. Penyakit kulit disebabkan gatal-gatal karena lingkungan tidak sehat, sedangkan diare karena air tidak layak lantaran tercemar.

Kami sediakan posko kesehatan, jadi ketika masyarakat terkena diare atau gatal petugas kesehatan siap melayani. Layanan rujukan siap melalui Layanan Gawat Darurat 119. Tim sudah kami koordinasikan. Jadi semua RS sudah siap terima rujukan dari korban bencana,” urai Herry.

Layanan Gawat Darurat dengan kode 119 dapat diakses secara gratis oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi penanganan kegawatdaruratan, fasilitas kesehatan terdekat, informasi ketersediaan ruang di RS, dan informasi ambulans.

Sejak banjir melanda Klaten Selasa sore (28/11), Dinkes belum menerima laporan adanya korban bencana. Hanya saja, Herry menyebutkan ada seorang lansia asal dari wilayah banjir yang harus dirujuk ke RS karena kondisi fisik lemah.

Ada satu lansia dirujuk ke RSUP dr Soeradji Tirtonegoro. Bukan korban banjir, hanya memang di wilayah banjir, sudah tua dan lemah. Oleh tim dievakuasi,” terang Herry.