Ribuan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen
Peristiwa

Ribuan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

Kota (klaten.sorot.co)--Ribuan hektar sawah di sembilan kecamatan terancam gagal panen (puso) karena terendam banjir sejak Selasa sore (28/11). Banjir melanda sejumlah wilayah di Klaten sebagai dampak badai tropis Cempaka di pesisir selatan Pulau Jawa.

Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten mencatat, per 29 November ada 2.338 hektar sawah terendam. Wilayah yang sawahnya terendam meliputi Kecamatan Gantiwarno, Trucuk, Cawas, Karangdowo, Bayat, Wedi, Prambanan, Wonosari, dan Juwiring. Ketinggian air bervariasi bahkan mencapai 1,5 meter. Tak pelak hamparan sawah berubah layaknya telaga dadakan karena tanaman padi tak terlihat sama sekali.

Yang terdampak itu di sembilan kecamatan, semuanya terendam. Data masih tentatif jadi bisa berubah sewaktu-waktu. Rata-rata padi berusia 10-40 hari setelah tanam, termasuk persemaian benih juga terendam,” kata Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKPP Klaten Joko Siswanto, Jumat (1/12).

Joko mengatakan, jika genangan tak kunjung surut dapat menyebabkan gagal panen. Pasalnya, umur tanaman masih sangat muda sehingga akar belum kuat dan batang mudah membusuk. Ia berharap, genangan segera surut agar tanaman padi dapat diselamatkan. 

Puso jika 5-7 hari berturut-turut terendam air. Dinas mengupayakan bantuan benih untuk sulam (mengganti) tanaman padi yang rusak. Juga membantu bahan pangan berupa beras untuk pengungsi korban banjir,” terang Joko.

Terpisah, Camat Karangdowo Agus Suprapto menuturkan, lahan sawah yang terendam di Karangdowo seluas 625 hektar mencakup 11 desa. Kecuali Desa Tumpukan, rata-rata tanaman padi berusia 15-25 hari. Penyebab utama banjir yang merendam areal persawahan Karangdowo berasal dari sungai Beji, Mlese, dan Blora.

Air dari tiga sungai itu mestinya masuk ke Kali Dengkeng, namun karena debit di Dengkeng sudah tinggi sehingga aliran terhambat dan air menggenangi persawahan. Selain itu juga karena jebolnya tanggul Kali Dengkeng di Desa Japanan Kecamatan Cawas. Jadi air masuk dari sisi selatan ke Desa Tumpukan,” jelas Agus.