Sumur Tercemar, Warga Berharap Ada Bantuan Air Bersih
Peristiwa

Sumur Tercemar, Warga Berharap Ada Bantuan Air Bersih

Wedi, (klaten.sorot.co)--Sebagian warga di Kecamatan Wedi yang terdampak banjir dan sempat mengungsi sejak Selasa (29/11) lalu hingga saat ini sudah mulai kembali ke rumahnya. Hanya saja pasca terjadinya banjir di wilayah tersebut, puluhan warga yang terdampak mengalami kekurangan air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Seperti halnya di Desa Brangkal, Kecamatan Wedi terdapat dua perkampungan yang masih kesulitan mendapat air bersih. Dua wilayah tersebut ada di Dukuh Muker dan Dukuh Mandungan. Sebagian sumur yang sempat terendam banjir tersebut hingga saat ini masih tercemar dan belum bisa dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga secara maksimal.

Salah seorang warga Dukuh Mandungan, Desa Brangkal, Sugiman (60) mengatakan akibat dari genangan air yang melanda sejak beberapa hari yang lalu membuat sejumlah air sumur sempat keruh. Meski keberadaan air bersih masih bisa ditemui, namun untuk sementara warga belum bisa menggunakannya untuk kebutuhan memasak.

"Ini kami baru saja kembali dari lokasi pengungsian tadi pagi. Tapi ya tidak semuanya bisa memasak karena air sumur masih kotor. Untuk sementara kami makan mengendalkan logistik di tempat pengungsian dulu," ujarnya saat ditemui, Jumat (01/12/2017) siang.

Selain air sumur yang keruh, beberapa mesin pompa air yang ikut terendam banjir juga rusak. Sehingga, untuk mengambil air yang ada di sumur masyarakat harus menggunakan alat bantu katrol seadanya. Beberapa sumur milik warga yang masih bersih terpaksa harus berbagai dengan warga lain sembari menunggu bantuan. 

"Kalau saat ini kebutuhan yang mendesak ya air bersih saja. Kalau untuk makanan bisa datang ke posko pengungsian, karena disana juga disediakan untuk warga," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Brangkal, Sriyanto mengatakan untuk sementara warga yang sempat mengungsi sudah mulai kembali ke rumah masing-masing. Hanya saja, Ia tetap meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada mengingat kondisi cuaca masih belum menentu. Posko bencana yang ada di kantor desa setempat juga masih tetap bersiaga.

Perihal air bersih, hal senada juga disampaikan oleh, Sriyanto. Pihaknya berharap kepada instansi terkait agar bisa memberikan bantuan air bersih guna kebutuhan sementara warga yang terdampak. Untuk di Desa Brangkal, air bersih sebaiknya lebih diutamakan kepada dua perkampungan tersebut.

"Tangki air bisa diletakkan di tengah-tengah Dukuh Mandungan dan Muker. Sehingga masyarakat yang membutuhkan bisa mengambil disitu dulu. Karena memang setalah banjir ini surut, kebutuhan air bersih jadi mendesak," jelasnya.