Samsat Klaten Raup Rp 4,3 M Dalam Tiga Bulan
Ekonomi

Samsat Klaten Raup Rp 4,3 M Dalam Tiga Bulan

Kota (klaten.sorot.co)--Hanya dalam kurun waktu tiga bulan, Unit Pengelola Pendapatan Daerah (UPPD) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Klaten mampu meraih pemasukan Rp 4,3 miliar. Capaian ini dari puluhan ribu obyek pajak yang mengikuti penghapusan denda pajak kendaraan (PKB) dan pembebasan Bea Balik Nama (BBN) II di Jawa Tengah.

Kepala UPPD Samsat Klaten Sri Harnani mengatakan, program dimulai 21 Agustus sampai 25 November. ”Dari penetapan Rp 16,4 miliar didapat Rp 4,3 miliar. Capaian itu dalam kurun waktu pembebasan sejak Agustus,” ujarnya, Jumat (1/12).

Program PKB telah selesai beberapa waktu lalu. Sedangkan program BBN II masih dibuka hingga 31 Desember. Harnani berharap, sisa waktu sebulan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga masyarakat untuk program BBN II. Kedua program tersebut diharapkan dapat mendongkrak pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor.

Program PKB dan BBN II tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Jateng Nomor 44 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor II Bagi Kendaraan Bermotor dalam dan Luar Provinsi Jateng, dan Pembebasan Sanksi Administratif Pajak Kendaraan Bermotor.

Lebih jauh dijelaskan, BBN dapat dilakukan dengan sangat mudah, pemilik kendaraan cukup menyerahkan BPKB, STNK, dan KTP pemilik yang baru. KTP pemilik lama tidak lagi diperlukan untuk proses balik nama maupun mutasi. Warga diimbau untuk mengurus sendiri proses membayar pajak kendaraan maupun BBN.

Adapun program penghapusan denda PKB diikuti 46.098 obyek pajak dengan nilai sebesar Rp 1,1 miliar. Sementara program BBN baik dalam provinsi maupun mutasi masuk dari luar provinsi sudah 9.931 obyek pajak dengan penerimaan Rp 2,6 miliar.