Banjir di Wedi Mulai Surut, Warga Bergegas Perbaiki Tanggul yang Jebol
Peristiwa

Banjir di Wedi Mulai Surut, Warga Bergegas Perbaiki Tanggul yang Jebol

Wedi, (klaten.sorot.co)-- Banjir yang melanda Kecamatan Wedi dalam beberapa hari terakhir ini akhirnya berangsur surut, pada Jumat (01/12/2017). Meski sampai saat ini genangan air masih ada di sejumlah lahan pertanian, namun warga yang sebelumnya sempat mengungsi hingga pagi ini sudah bisa kembali ke rumah.

Kondisi tersebut juga dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah setempat bergegas untuk membenahi tanggul sungai yang jebol. Penanganan dengan pembuatan tanggul darurat itu menggunakan karung pasir. Bahkan untuk pengerjaan juga akan diterjunkan alat berat guna menghindari jebolnya tanggul yang kedua kali.

Seperti yang diketahui, bencana banjir yang melanda Kecamatan Wedi, pada Selasa (28/11) lalu salah satunya disebabkan oleh tanggul Sungai Birin yang jebol sepanjang 12 meter dan tinggi 3 meter setelah dihantam luapan air. Akibatnya, sebanyak lima desa yang ada terdampak banjir. Kelimanya yakni, Desa Melikan, Brangkal, Jiwo Wetan, Pacing dan Desa Trotok.

"Pada hari pertama ini ada 1000 karung yang dipasang. Untuk mencukupi kebutuhan tanggul yang rusak itu kita setidaknya butuh 5000 karung pasir," ujar Camat Wedi, Kukuh Riyadi, Jumat (01/12/2017).

Akibat dari banjir kali ini, setidaknya ada ratusan warga yang terdampak. Dari data sementara, untuk di Balai Desa Melikan terdapat 109 warga yang mengungsi, sedangkan di Balai Desa Brangkal ada sekitar 88 warga yang mengungsi. Jumlah itu belum termasuk keseluruhan pengungsi yang tersebar di masing-masing rumah warga lainnya. 

"Meski sudah ada yang pulang namun kita harus waspada terkait adanya banjir lagi. Karena memang cuaca saat ini masih belum menentu," kata dia.

Terkait kondisi talut sungai, pihaknya berharap kepada Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BBWS) agar bisa melakukan penanganan secara permanen. Pasalnya, perlintasan Sungai Birin letaknya hanya 50 meter dari pertemuan arus dengan Sungai Dengkeng. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Bupati Klaten.