Salut, Begini Cara Komunitas ISK Bantu Korban Banjir
Sosial

Salut, Begini Cara Komunitas ISK Bantu Korban Banjir

Wedi, (Klaten.sorot.co)--Tingginya luapan air yang masuk ke permukiman dan lahan pertania tidak menyurutkan semangat anggota Komunitas Info Seputar Klaten (ISK) untuk membantu masyarakat. Bahkan anggota ISK langsung bergerak ke sejumlah titik tanpa dikomando begitu bencana banjir melanda sebagian Kabupaten Klaten sejak, Selasa (28/11) lalu.

Peran anggota ISK dalam penanganan banjir pada beberapa hari terakhir ini tidak bisa dianggap sebelah mata. Mereka yang rela membagi waktu dengan aktifitas sehari-hari untuk turun ke lokasi membantu proses evakuasi. Tidak hanya dari kaum laki-laki, anggota perempuan juga nampak aktif berada di dapur umum pengungsian untuk membantu kebutuhan logistik.

Komunitas yang bergerak di media sosial grup facebook ini diuntungkan dengan jumlah anggota (member) yang mencapai ribuan. Hasilnya, selain terjun ke lokasi dan bertatap muka langsung dengan warga terdampak banjir, ISK juga bisa menjadi penghubung antara warga dengan para anggota di dunia maya yang berkenan mengulurkan bantuan.

"Jadi setiap ada yang dibutuhkan oleh warga dan ternyata di posko pengungsian tidak ada, kami langsung share ke grub facebook. Misalnya logistik, apa yang kurang dan berapa jumlahnya langsung kita sebarkan," ujar pengurus sekaligus pelopor grub Facebook ISK, Sugiyanto.

Dirinya menjelaskan tidak hanya logistik, salah satu hal sepele namun sangat dibutuhkan oleh warga selama berada di posko pengungsian diantaranya adalah perlengkapan pakaian dalam. Kondisi cuaca yang hujan membuat warga sulit untuk berganti pakaian. Sehingga untuk mencari solusi tersebut, ISK akhirnya menyebarkan informasi itu ke laman facebook mereka. 

Dan hasilnya dari informasi itu, bantuan berupa pakaian dalam silih berganti berdatangan dari para anggota dan donatur. Sugiyanto mengaku, donatur yang sebelumnya tidak tahu kondisi terkini warga terdampak banjir juga bisa tergerak hatinya untuk menyalurkan bantuan apa yang dibutuhkan warga pengungsi jika keperluan tersebut dijelaskan secara rinci.

Seperti yang diketahui, sebanyak tiga Kecamatan yakni Bayat, Cawas dan Wedi sempat terdampak banjir akibat luapan Sungai Dengkeng. Bahkan air yang menggenang sempat masuk ke rumah warga setelah hujan lebat mengguyur wilayah Klaten beberapa hari lalu. Dari ketiga kecamatan itu, sebagian warga terpaksa mengungsi lantaran terjangan banjir tak kunjung surut.

"Dari ISK kami stand by di tiga posko pengungsian yakni Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Desa Brangkal Kecamatan Wedi, dan Desa Japanan Kecamatan Cawas. Masing-masing posko berisikan anggota mulai dari 5-10 orang," imbuh dia.

Mengingat kondisi sejumlah wilayah terdampak banjir saat ini sudah berangsur surut, untuk sementara ini sebagian anggota yang bertugas sudah mulai meninggalkan posko. Kendati demikian, ISK juga akan tetap melihat kondisi lingkungan masyarakat pasca terjadinya banjir ini untuk mengetahui apa yang perlu dibutuhkan.

"Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang terkena musibah. Setalah pengungsi sudah kembali ke rumah, kami akan segera berkoordinasi dengan anggota lain untuk bisa melihat apa yang menjadi keluhan warga saat ini. Nanti kita bisa bekerjasama dengan instansi terkait," pungkasnya.