Petani Korban Banjir Berharap Dapat Bantuan
Sosial

Petani Korban Banjir Berharap Dapat Bantuan

Wedi (klaten.sorot.co)--Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Klaten menyebabkan kerugian, salah satunya bidang pertanian. Lahan pertanian seluas 2.338 hektar terendam banjir pada Selasa lalu (28/11).

Potensi gagal panen mengancam karena tanaman padi terendam air hingga berhari-hari. Para petani pun tak bisa berbuat banyak lantaran sudah mengeluarkan biaya di awal masa tanam. Salah satunya, Misran (40) warga Dukuh Melikan Desa Melikan Kecamatan Wedi. Sawah miliknya dengan luas sekitar 1.800 meter persegi terendam banjir sejak Selasa lalu.

Air baru surut pada Jumat pagi (1/12). Banyak yang mati karena umur padi baru dua pekan lalu terendam air sampai berhari-hari. Kalau tidak diganti (padi) baru ya mati,” kata Misran.

Selain terendam air, sawah milik Misran juga terkena longsoran tanggul sungai yang berada disamping sawahnya. Begitu air surut, Misran langsung membersihkan longsoran tanah tanggul agar tidak menutupi tanaman padi. 

Ia berharap, pemerintah membantu penyediaan benih padi untuk menggantikan tanaman padi yang rusak. Pasalnya, ia sendiri sudah keluar biaya hingga Rp 1 juta ketika masuk musim tanam. ”Itu untuk bibit padi sama pupuk. Sudah habis Rp 1 juta,” ucapnya.

Senada diungkapkan petani lainnya, Indarti, 41, warga Desa Tlingsing Kecamatan Cawas. Desa Tlingsing termasuk salah satu desa yang terdampak banjir akibat badai Cempaka. Sawah milik Indarti pun tak luput dari banjir yang mengubah lahan pertanian layaknya telaga dadakan. Batang padi hingga pematang sawah tak lagi terlihat.

Baru sekitar tiga minggu tanam padi, kena banjir sampai terendam semua. Padahal beberapa hari sebelum banjir baru saja dipupuk. Jelas rugi. Harus nyulami (mengganti) tanaman lagi, pupuk lagi. Jadi keluar biaya ekstra untuk sawah,” keluhnya.