Sebagian Masih Alami Diskriminasi, ODHA Butuh Pemberdayaan
Sosial

Sebagian Masih Alami Diskriminasi, ODHA Butuh Pemberdayaan

Kota (klaten.sorot.co)--Jumlah Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Klaten mencapai 594 orang sejak 2007 hingga Oktober 2017. Dari jumlah itu, sebagian diantaranya masih mengalami diskriminasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) berharap, pemkab memberikan perhatian nyata kepada para ODHA agar dapat menjalani hidupnya dengan kegiatan positif dan produktif. Pendamping KDS, Dewi mengatakan, beberapa ODHA ada yang berstatus ibu rumah tangga, janda, bahkan kepala rumah tangga.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka butuh bekal keterampilan dan bantuan permodalan. Supaya ODHA ini juga berdaya dan tidak dipandang sebelah mata. Ketika mereka mandiri dan berdaya tentu lebih percaya diri dan bersemangat,” ungkap Dewi usai aksi peringatan Hari AIDS Sedunia di car free day (CFD) Jalan Pemuda, Minggu (3/12).

KDS saat ini mendampingi sekitar 200 ODHA. Selain ibu rumah tangga, ODHA juga berlatar belakang seperti Pekerja Seks Komersial (PSK), Lelaki Suka Lelaki (LSL), dan waria. Berbagai upaya dilakukan agar ODHA mendapat latihan keterampilan hingga bantuan permodalan. Beruntung salah satu yayasan di Kota Solo mau memberikan bantuan modal senilai Rp 5 juta kepada tiap ODHA untuk modal usaha. 

Sedang kami upayakan untuk bantuan permodalan dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dissos P3AKB). Sempat terkendala karena data harus by name by address, sedangkan ODHA khawatir jika data disalahgunakan. Sudah kami beri pemahaman, harapan kami semoga Pemkab ada perhatian untuj memberdayakan ODHA,” jelas Dewi.

Pelaksana Program KPA Klaten, Fauzi Rivai membenarkan, mayoritas penderita HIV/AIDS berusia produktif 30-34 tahun. Dari 594 kasus sejak 2007 hingga Oktober 2017, ada 116 kasus penderita HIV/AIDS usia produktif.