Lift Gedung Bupati Dianggarkan Rp 2 Miliar
Pemerintahan

Lift Gedung Bupati Dianggarkan Rp 2 Miliar

Kota,(klaten.sorot.co)--Pemkab Klaten menyiapkan anggaran Rp 2 miliar untuk membangun fasilitas lift di kompleks Setda I. Fasilitas lift akan melengkapi gedung B atau Kantor Bupati Klaten.

Pembangunan lift kompleks Setda I masuk dalam mata anggaran Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perwaskim) tahun 2018. Semula pengadaan lift tidak dianggarkan, kemudian dalam pembahasan RAPBD 2018 dianggarkan Rp 1,5 miliar. Saat pembahasan komisi ditambah Rp 500 juta sehingga menjadi Rp 2 miliar.

Plt Kepala Dinas Perwaskim Klaten Pramana Agus Wijanarka mengemukakan, pengadaan lift untuk efisiensi karena kantor Bupati memiliki empat lantai termasuk basement. Basement digunakan untuk kantor Bagian Umum dan area parkir. Lantai I untuk ruang kerja bupati, wakil bupati, sekda, empat asisten bupati, ajudan bupati, dan ruang rapat B1. Selanjutnya lantai II untuk bagian Tata Pemerintahan, Bagian Perekonomian dan ruang rapat B2. Lantai III ruang Bagian Pembangunan, Bagian Hukum, Bagian Organisasi, dan dokumen hukum.

Karena dari dasar (basement) itu kan 4 lantai. Memang wajib pakai lift. Mungkin waktu pembangunan pertama belum pakai maka sekarang disusuli,” kata Pramana, Senin (4/12).

Diharapkan dengan adanya lift dapat meningkatkan kinerja pegawai. Pramana tak menampik, selama ini pegawai harus naik-turun menggunakan tangga manual. Padahal dalam satu hari bisa beberapa kali naik-turun tangga untuk menyelesaikan pekerjaan. 

Kalau dari lantai dasar sampai lantai III kan menggeh-menggeh. Jadi dengan lift bisa efisien (tenaga),” kata Pramana.

Kendati demikian, pengadaan lift penumpang tahun depan baru menyasar satu gedung saja. Untuk kompleks Setda II akan dilengkapi lift namun berupa lift barang. Nantinya lift tersebut untuk memudahkan penataan arsip dinas yang menempati kompleks Setda II.

Kompleks Setda II karena hanya lantai II dan III maka tidak (dilengkapi). Namun dilengkapi lift barang karena lantai II untuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Jadi kecil, enggak lift untuk orang. Itu untuk barang-barang arsip,” tandas Pramana.