Puluhan Hektar Sawah Gagal Panen Karena Banjir
Peristiwa

Puluhan Hektar Sawah Gagal Panen Karena Banjir

Kota (klaten.sorot.co)--Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten menyatakan 61 hektar sawah tanaman padi gagal panen (puso). Puluhan hektar sawah dinyatakan puso setelah enam hari berturut-turut terendam banjir karena badai Cempaka.

Banjir menerjang sejumlah wilayah kecamatan di Klaten sejak Selasa sore, 28 November. Hal ini mengakibatkan 2.338 hektar lahan pertanian terendam. Kepala DPKPP Klaten Wahyu Prasetyo mengatakan, dari ribuan hektar lahan sawah masih ada kurang lebih 521 hektar yang terendam hingga 3 Desember. Rinciannya, 460 hektar di Kecamatan Cawas, Karangdowo, Trucuk, Bayat, Gantiwarno, dan Wedi.

Sisanya yang 61 hektar ini dinyatakan puso. Tersebar di lima desa, semuanya Kecamatan Wedi. Yaitu Desa Pacing, Melikan, Jiwo Wetan, dan Brangkal,” ucapnya, Senin (4/12).

DPKPP melalui petugas lapangan terus melakukan pemantauan setiap hari terhadap sawah yang terendam. Wahyu mengatakan, 460 hektar sawah juga rawan puso jika sampai 8 Desember nanti air tak jua surut. Hal ini mengingat tanaman baru berusia 10-50 hari setelah tanam. 

Tanaman padi yang dinyatakan puso diupayakan mendapat ganti benih bantuan dari pemerintah. Sedangkan sawah yang sudah mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) segera diproses untuk mendapatkan klaim dari PT Jasindo.

Sudah kami hitung dan segera kami proses. Itu 61 hektar berapa petani dan sudah ikut AUTP belum. Kalau ikut segera kami ajukan klaim, kalau tidak ikut baru boleh kami ajukan bantuan benih. Karena yang sudah ikut AUTP kan enggak boleh diajukan menerima bantuan benih ke pusat maupun provinsi. Sedangkan yang ikut bisa dapat klaim Rp 6 juta,” pungkas Wahyu.