Sempat Salah Paham, Taksi Online dan Konvensional Buat Kesepakatan
Peristiwa

Sempat Salah Paham, Taksi Online dan Konvensional Buat Kesepakatan

Klaten, (klaten.sorot.co)--Taksi konvensional Stasiun Klaten melakukan kesepakatan dengan taksi Online Klaten Bersinar (OKB) terkait batas penjemputan, Selasa (05/12/2017). Kesepakatan yang dilakukan di Aula Mapolsek Klaten Kota itu merupakan tindak lanjut dari adanya kesalahpahaman antar keduanya yang terjadi pada malam tadi.

Pada kesepakatan dan mediasi tersebut juga disaksikan oleh Kapolsek Kota, AKP Suyadi, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub), Joko Suwanto, dan perwakilan dari Satlantas Polres Klaten. Sejumlah poin penting yang diperoleh dalam mediasi itu diantaranya menentukan batas penjemputan penumpang di area Stasiun Klaten.

Ketua paguyuban Carter Stasiun, Sugeng Riyanto mengatakan dengan adanya hal ini, proses penjemputan di area stasiun bisa lebih kondusif dan tidak terjadi kesalahpahaman. Pasalnya memang selama ini dengan tidak adanya kesepakatan dari kedua belah pihak membuat pihak taksi pangkalan merasa resah.

"Ya kan kita tahu bahwa selama ini taksi online yang kedapatan mengambil penumpang disini alasannya selalu tidak tahu kalau ada batas penjemputan. Tapi dengan hal ini kan sekarang sudah jelas dan tidak ada lagi gesekan," kata dia Selasa siang.

Sebelumnya, telah terjadi kesalahpahaman antara kedua moda transportasi tersebut, pada Senin (04/12) malam. Informasi yang diperoleh, kesalahpahaman itu dipicu oleh adanya taksi online yang mengambil penumpang di sekitaran stasiun Klaten. Merasa tidak terima dengan hal itu, taksi pangkalan pun langsung mendatanginya untuk mengingatkan. 

Taksi pangkalan mengaku bahwa transportasi online dilarang mengambil penumpang di area stasiun. Hal itu sesuai dengan adanya kesepakatan antara ojek pangkalan dengan ojek online yang sudah dilakukan pada beberapa waktu lalu. Hanya saja, taksi online ternyata belum mengetahui kesepakatan itu. Mereka berdalih bahwa kesepakatan itu hanya untuk ojek saja.

"Taksi online baik dari Grab maupun Go-Jek kan belum mengikuti aturan yang sudah ada itu. Kita salah paham saja, sebetulnya titik jemput sudah ditentukan, tapi kita ambil penumpang di area dalam. Karena memang itu kesepakatan dari ojek kendaraan, kami yang mobil belum tahu," ujar koordinator taksi OKB, Budiyanto.

Namun dengan adanya kesepakatan tertulis ini, pihaknya mengaku semua sudah sangat jelas. Pihaknya akan segera mengintruksikan terhadap seluruh driver taksi online yang beroperasi di Klaten agar bisa mematuhi kesepakatan yang ada. Bahkan Ia juga siap menerima sanksi apabila ada yang melanggar kesepakatan itu.

Dari hasil kesepakatan telah ditentukan batas-batas penjemputan bagi taksi online diantaranya, sebelah barat yakni di Gereja Indonesia, sebelah timur yakni di perempatan Karangduwet, dan sebelah utara yakni apotek sarana sehat. Adapun sanksi yang diberikan apabila melanggar sekali akan dikenai denda senilai Rp 300 ribu.