Kemiskinan Jadi PR Berat Bupati Sri Mulyani
Pemerintahan

Kemiskinan Jadi PR Berat Bupati Sri Mulyani

Kota (klaten.sorot.co)--Pengentasan kemiskinan menjadi prioritas Bupati Klaten Sri Mulyani hingga beberapa tahun mendatang. Pasalnya, angka kemiskinan di Klaten masih tinggi dibanding angka kemiskinan provinsi Jawa Tengah.

Hal ini dikemukakan Mulyani dalam rapat paripurna istimewa Penyampaian Visi Misi Bupati Klaten Sisa Masa Jabatan 2016-2021 di gedung DPRD Klaten, Rabu (6/12). Mulyani menyebutkan, jumlah penduduk miskin tahun 2012 sebanyak 187.900 jiwa atau 16,71% dari total penduduk Klaten. Jumlah itu menurun pada 2016 menjadi 168.000 jiwa atau 14,46% dari total penduduk. Sedangkan angka kemiskinan tingkat provinsi sebesar 13,27%.

Jadi untuk mempercepat pengurangan kemiskinan maka perlu disusun ulang penanggulangan kemiskinan Kabupaten Klaten. Maka yang paling prioritas adalah pengentasan kemiskinan,” ucapnya.

Pengentasan kemiskinan pada tahun depan menyasar 101 desa miskin. Beberapa gebrakan disiapkan Mulyani, diantaranya pelatihan keterampilan, bantuan alat usaha, dan permodalan. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi menjadi cara jitu untuk mengentaskan kemiskinan. Sehingga warga miskin bisa mandiri dan berdikari dengan perbaikan ekonomi. 

Kami nanti akan memberikan keterampilan pelatihan pada masyarakat yang tergolong miskin. Lalu setelah pintar diberi alat untuk modal berwirausaha. Tentu setelah keterampilan dan alat akan diberi modal juga,” urai Mulyani.

Sementara itu, Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto mengatakan, penyampaian visi misi oleh Bupati Klaten Sri Mulyani hanya menegaskan visi misi bupati-wakil bupati periode 2016-2021. Karena itu, meski kini Mulyani menggantikan bupati sebelumnya, Sri Hartini, tetap tidak ada perubahan visi misi. Wakil Bupati Klaten Sri Mulyani resmi diangkat sebagai bupati definitif pada 27 November lantaran Hartini tersandung kasus korupsi.

Penyampaian visi misi ini bukan yang baru, hanya menegaskan Bupati Klaten definitif Sri Mulyani berkomitmen akan melanjutkan visi misi bupati tahun 2016-2021. Sekali lagi kami tegaskan ini bukan visi dan misi bupati baru,” tandas Agus.