Dua Sekolah Deklarasikan Anti Bullying
Pendidikan

Dua Sekolah Deklarasikan Anti Bullying

Kota (klaten.sorot.co)--SMPN 6 Klaten dan SMPN 2 Prambanan menggelar Deklarasi Pencegahan Bullying. Deklarasi tersebut merupakan rangkaian Roots Day yang digelar di Kota Semarang dan Kabupaten Klaten oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, UNICEF, Yayasan Nusantara Sejati, Yayasan Sentra, dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten.

Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Hak Perempuan, Perlindungan Khusus Anak dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dissos P3AKB) Klaten, Hari Suroso mengatakan, SMPN 6 Klaten dan SMPN 2 Prambanan merupakan pilot project disiplin positif dan pencegahan bullying.

Pemilihan sekolah itu kami pilih sekolah wilayah perkotaan dan perbatasan. Lalu kami lihat peta kerawanan. Misal jumlah murid terlalu banyak, dan lainnya,” kata Hari yang juga Pembina Program Pencegahan Bullying Pelajar, Kamis (7/12).

Program disiplin positif dan anti bullying melibatkan guru, siswa, hingga orangtua. Masalah yang sering terjadi di sekolah adalah kekerasan oleh orang dewasa di lingkungan pendidikan, dan kekerasan antar siswa berupa perisakan (bullying) oleh sebaya. 

Pelajar di SMP pilot project juga dilibatkan sebagai agen perubahan. Tiap sekolah dipilih 40-45 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX. Para siswa diminta untuk menuliskan 10 temannya yang paling berpengaruh.

Hari menyebut, kasus bullying yang berpotensi terjadi di lingkungan pelajar yakni bullying emosional. Seperti mengejek, memperolok, merendahkan martabat. Hal ini sangat mempengaruhi psikis pelajar SMP yang notabene masih labil.

Dampak hal seperti itu sangat luar biasa. Bisa membuat anak minder, prestasi akademik menurun, depresi. Bahkan ketika depresi berkepanjangan bisa terjadi aksi nekat oleh yang bersangkutan,” kata Hari.

Deklarasi Pencegahan Bullying di SMPN 6 Klaten dimulai dengan upacara, pembacaan deklarasi, dan penandatanganan deklarasi oleh seluruh warga sekolah. Isi deklarasi diantaranya, menghormati guru dan teman, menghilangkan bullying di sekolah, berteman dengan siapa saja, menghargai pendapat teman. Pertemanan yang positif, tidak menciptakan perkelahian antar teman. Tidak menindas teman. Tidak takut membela teman yang dibully. Tidak memusuhi teman, memalak, mengejek, dan perilaku negatif lainnya.