Pesan Mbah Liem untuk Kerukunan Umat Beragama dan NKRI Aman Makmur Damai
Sosial

Pesan Mbah Liem untuk Kerukunan Umat Beragama dan NKRI Aman Makmur Damai

Klaten, (klaten.sorot.co)-- KH Moeslim Rifa’i Imampuro yang lebih akrab disapa Mbah Liem merupakan salah satu ulama yang sangat kharismatik. Mbah Liem adalah pendiri Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti (Alpansa) yang berada di Desa Troso, Kecamatan Karanganom. Mbah Liem sendiri meninggal dunia pada tahun 2012.

Meski sudah lima tahun selepas kepergian Mbah Liem, namun semangat kyai yang berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut masih sangat dirasakan oleh seluruh santrinya. Semangat tersebut ialah menjaga kerukunan antar pemeluk agama yang berbeda dan menjaga kesatuan NKRI. Bahkan menurut Mbah Liem, NKRI itu adalah harga mati.

"Kerukunan beragama adalah salah satu pesan Mbah Liem. Beliau juga pernah menuliskan, Meskipun beda agama kita itu sesama hamba Allah, sesama anak cucu Nabibiyullah Adam AS dan sesama penghuni NKRI," ujar salah satu Putra Mbah Liem, Saifuddin Zuhri atau yang akrab disapa Gus Zuhri.

Saking cintanya terhadap bumi pertiwi, Mbah Liem juga merintis Joglo Perdamaian Umat Manusia Sedunia. Joglo tersebut berada di kawasan kompleks Pondok Pesantren Alpansa. Rasa nasionalisme yang tinggi merupakan cara menjaga warisan pendiri bangsa termasuk ulama yang memerdekakan Indonesia. 

Pesan menjaga kerukunan umat beragama juga tertempel di papan joglo tersebut, bahkan pasan itu juga merupakan pesan wasiat Mbah Liem untuk para santri dan bangsa ini. Selain itu, Mbah Liem juga pernah menuliskan bahwa Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia itu tidak bisa digantikan.

"Kalau tidak setuju dengan negara Indonesia dan Pancasila, ya jangan jadi orang Indonesia. NKRI harus Aman Makmur Damai," pungkas Gus Zuhri.