Sebentar Lagi, Wisatawan Bisa Berswafoto di Embung Cantik Berlatarbelakang Merapi Merbabu
Wisata

Sebentar Lagi, Wisatawan Bisa Berswafoto di Embung Cantik Berlatarbelakang Merapi Merbabu

Polanharjo, (klaten.sorot.co)--Pemerintah Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo mulai melakukan langkah baru untuk mengembangkan sektor pariwisata. Meski tidak memiliki potensi layaknya Desa Ponggok, pada awal tahun 2018 ini Desa Glagahwangi bakal memanfaatkan embung yang ada di wilayah tersebut untuk menjadi obyek wisata.

Upaya baru ini dilakukan setelah terbentuknya BUMDes Bangkit Bersama di Desa Glagahwangi pada pertengahan bulan Desember 2017 lalu. Embung seluas 40 X 50 meter yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai saluran irigasi itu akan diubah menjadi wahana wisata baru. Hingga saat ini proses pembangunan masih dalam tahap perencanaan.

Direktur BUMDes Bangkit Bersama, Muh Suryono mengatakan konsep wahana itu adalah wisata edukasi pelestarian permainan tradisional dan spot foto. Sehingga selain untuk saluran irigasi, embung juga bisa digunakan untuk berswafoto dengan spot pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu yang terlihat dari kejauhan.

"Kita akan kelola kolam pembibitan ikan air tawar dan teknik pembelajaran memancing ikan. Kita kembangkan potensi yang ada dulu," ujarnya saat ditemui di Balai Desa setempat, Senin (08/01/2018).

Pihaknya mengaku, minimnya potensi alam yang dimiliki Desa Glagahwangi menjadi tantangan tersendiri untuk mengembangkan unit usaha di BUMDes. Sehingga, selain pengembangan wisata, pihaknya menjelaskan juga akan mengelola unit usaha buku dan juga pemanfaatan air mineral berkemasan. 

Untuk pengelolaan dua unit usaha tersebut, pihaknya digelontor anggaran Rp 40 juta dari Pemdes Glagahwangi. Nantinya untuk unit usaha buku, lanjut Suryono, akan dikonsep menjadi jasa promosi bagi desa lainnya. Buku dengan nama Majalah Damar akan diresmikan pada pertengahan bulan Januari dan diedarkan ke masyarakat.

"Kita kerjasama dengan desa lainnya. Kita sediakan jasa pembuatan buku bagi desa yang ingin mengenalkan potensi mereka. Baik dari segi promosi, profil desa hingga sejarah yang ada," kata dia.

Sementara itu, Pj Sekdes Glagahwangi, Jaka Subasri menjelaskan di tahun 2018 ini Desa Glagahwangi bakal mendapat kucuran dana desa kurang lebih Rp 753 juta dan alokasi dana desa mencapai Rp 340 juta. Nantinya sebagian dari dana tersebut akan diperuntukkan bagi pengembangan BUMDes dan lainnya.

"Kami berharap dengan adanya BUMDes ini ekonomi masyarakat bisa lebih baik lagi. Meskipun kami tidak memiliki potensi lebih seperti lainnya, tapi upaya pengembangan akan dilakukan terus," pungkasnya.