Kereta Prameks Jurusan Solo-Yogya Tiba-tiba Keluarkan Asap, Penumpang Panik
Peristiwa

Kereta Prameks Jurusan Solo-Yogya Tiba-tiba Keluarkan Asap, Penumpang Panik

Kota,(klaten.sorot.co)--Penumpang kereta api Prambanan Ekspres (Prameks) dibuat panik lantaran kereta mengeluarkan asap saat transit di Stasiun Klaten, Jumat pagi (12/1). Beruntung tidak ada korban karena kejadian tersebut dan tidak mengganggu perjalanan kereta lainnya.

KA Prameks yang mengalami gangguan merupakan Prameks KA 251 dengan jurusan Solo-Yogya. Kereta berangkat dari stasiun Solo Balapan dan tiba di stasiun Klaten pukul 05.43 WIB.

Sampai stasiun, penumpang melihat asap pada sambungan antara gerbong kedua dan ketiga. Keluarnya asap sempat membuat penumpang panik,” kata teknisi kereta Prameks KA 251, Budi Basuki.

Petugas pun dengan sigap segera mematikan mesin utama guna meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Meski tidak mengkhawatirkan, petugas stasiun Klaten langsung mengambil alat pemadam api ringan (APAR) dan menyemprotkan ke sambungan antar gerbong yang mengeluarkan asap. Praktis tepung kimia kering (dry chemical powder) dari APAR beterbangan kemana-mana seperti asap. 

Enggak ada percikan api, hanya asap. Apalagi powder terlihat pekat dan putih. Itu yang membuat foto menjadi viral karena dikira asap kebakaran,” terang Budi.

Humas DAOP VI Yogyakarta Eko Budiyanto menambahkan, gangguan kereta Prameks tadi pagi disebabkan kompresi pada mesin pembakaran kurang sempurna. Akibatnya, muncul asap meski tidak ada percikan api. Kereta Prameks itu sendiri langsung ditarik ke stasiun Solo Balapan untuk dilakukan perbaikan.

Bukan terbakar. Karena gangguan mesin, kompresi tidak pas. Pramex pakai mesin diesel jadi kalau kompresi mesin pembakaran tidak pas maka asapnya mengepul. Orang awam mengira itu terbakar. Padahal itu hal yang biasa untuk mesin diesel,” jelas Eko.

Lantaran hal tersebut, penumpang kereta Prameks dialihkan ke kereta Joglokerto yang kebetulan jadwal keberangkatan dari Solo tepat setelah Prameks. Eko menegaskan, pengalihan penumpang untuk mengejar ketepatan waktu karena sebagian besar penumpang hendak berangkat kerja.

Karena itu pagi-pagi, orang mau berangkat kerja. Nanti kalau di tengah perjalanan terganggu lagi malah bisa repot. Dialihkan bukan karena terbakar tapi mengejar waktu,” pungkas Eko.