Harga Beras Melambung, Pemkab dan Bulog Gelar Operasi Pasar
Ekonomi

Harga Beras Melambung, Pemkab dan Bulog Gelar Operasi Pasar

Kota,(klaten.sorot.co)--Pemkab Klaten bekerjasama dengan Perum Bulog menggelar operasi pasar untuk komoditas beras di beberapa lokasi. Operasi ini guna menstabilkan harga beras yang kian melambung di pasaran.

Beberapa lokasi operasi pasar meliputi pasar Tegalgondo, pasar Daleman, pasar Delanggu, pasar Pedan, Pasar Induk Klaten, Pasar Gabus, Pasar Srago, Pasar Wedi, dan Pasar Kraguman. Bulog menyiapkan beras kualitas medium sebanyak 5 ton di masing-masing lokasi.

Kepala Sub Divre III Surakarta Perum Bulog Titov Agus Sabelia mengatakan, operasi pasar untuk beras sesuai instruksi Kementerian Perdagangan (Kemendag). Beras medium dikemas dalam dua kemasan, 25kg dan 5kg. Harga beras medium dalam operasi pasar lebih murah ketimbang harga di pasaran. Konsumen rumah tangga dapat menebus dengan harga Rp 9.350/kg, sedangkan pengecer Rp 9.000/kg.

Stabilisasi harga dan kontinyuitas pasokan beras medium. Mengingat harga beras merangkak dalam beberapa waktu terakhir. Kegiatan ini serentak di sejumlah pasar tradisional di Klaten,” kata Titov, Jumat (12/1).

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan pasokan beras medium. Meski tidak menyebut angka pasti, Titov menjamin ketersediaan beras medium untuk masyarakat masih aman hingga Maret-April nanti. 

Animo masyarakat untuk giat operasi pasar sangat luar biasa. Warga rela berdesak-desakan dibawah terik matahari demi mendapatkan beras murah. Krismi, 37, warga Kecamatan Gantiwarno bahkan rela antre hingga satu jam untuk membeli beras. Tak tanggung-tanggung ia langsung membeli 25kg beras medium.

Biasanya di pasar harga sudah Rp 12 ribu/kg untuk kualitas standar. Disini lebih murah, selisih lebih Rp 2.000 untuk tiap kilonya. Jadi begitu tahu ada operasi pasar langsung beli banyak karena murah,” ucap Krismi yang tiap harinya berjualan kerupuk di Pasar Induk Klaten.

Senada diungkapkan Suwarsiti (41), warga Dukuh Koripan Desa Cetan Kecamatan Ceper. Siti sangat senang dengan adanya operasi pasar dari Pemkab dan Bulog. Kenaikan beras hingga Rp 3.000/kg dari harga normal jelas membuatnya kelabakan. Apalagi Siti bisa menghabiskan 1,5kg untuk dimasak setiap harinya.

Ada lima anggota keluarga, kebetulan yang empat laki-laki. Jadi kalau masak nasi harus banyak. Saat harga beras mahal ya susah. Karena disini ada operasi pasar akhirnya ikut beli, lebih murah,” tuturnya.