Ditelan Zaman, Keberadaan Sejumlah Pasar Tradisional di Klaten Mati Suri
Ekonomi

Ditelan Zaman, Keberadaan Sejumlah Pasar Tradisional di Klaten Mati Suri

Polanharjo, (klaten.sorot.co)--Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Klaten dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan saking sepinya minat masyarakat untuk berbelanja membuat pedagang semakin berkurang. Kondisi itu juga membuat beberapa pasar tradisional saat ini mengalami mati suri dan nyaris tanpa ada aktifitas.

Salah satunya pasar mati suri berada di Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo. Pasar yang sempat ramai di era tahun 1990-an itu saat ini tampak terbengkalai. Bahkan beberapa los yang biasa digunakan untuk berjualan justru dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai kandang hewan ternak. Rumput liar juga nampak tumbuh di pelataran pasar.

Salah satu pedagang di pasar Desa Glagahwangi, Sunar (70) mengatakan, hingga saat ini hanya ada sekitar 10 pedagang yang masih bertahan. Meski demikian, keberadaan pedagang itu tidak memanfaatkan lahan di dalam pasar, melainkan memilih berjulan di luar pasar tepatnya di pinggir jalan.

Dulu saat tahun 1990-an masih berjualan di kios dalam pasar. Tapi saat ini kita memilih pindah di luar, karena memang di dalam sudah sepi. Maka lebih baik di luar agar bisa dilihat orang,” kata dia, Kamis (08/02/2018).

Lebih lanjut diungkapkan, sepinya pasar tradisonal saat ini lantaran tidak adanya regenerasi. Ditambah lagi banyaknya pedagang sayur keliling juga menjadi salah satu penyebab sepinya pembeli untuk datang ke pasar. Kondisi itulah yang membuat beberapa pedagang menjadi gulung tikar. 

Kita masih bertahan juga untuk mencukupi keluarga. Daripada tidak ada kerjaan, maka lebih baik tetap berjualan di pasar. Nanti kalau dagangan tidak habis ya saya bawa pulang untuk dijual di rumah,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Koperasi (Disdagkop) dan UKM Klaten, Hery Susilo menjelaskan, dari 84 pasar tradisional yang ada, sembilan diantaranya dalam kondisi mati suri.

Ia menjelaskan, hingga saat ini masih melakukan inventarisasi untuk memastikan kondisi pasar tradisional yang mengalami mati suri.

Kami juga sudah mulai melakukan upaya rehab pasar untuk bisa menarik pembeli. Ada 16 pasar yang sudah masuk dalam pengerjaan rehab. Selain itu, kami juga berharap di pasar itu bisa ada inovasi unik berupa memberi hiburan bagi pembeli,” kata dia.

Sembilan pasar yang saat ini sudah mati itu diantaranya pasar Dadapan di Kecamatan Jogonalan, Pasar Logede di Karangnongko, pasar Gemampir di Kecamatan Karangnongko, Pasar Bendogantungan di Klaten Selatan, Pasar Mundu Tulung, Pasar Klodran Jatinom, Pasar Mandungan Prambanan, Pasar Krakitan Bayat dan Pasar Ngaran di Kecamatan Ceper.