Berada di Dalam Lapas, Sri Hartini Sering Kangen Getuk Khas Pedan
Hukum & Kriminal

Berada di Dalam Lapas, Sri Hartini Sering Kangen Getuk Khas Pedan

Klaten, (klaten.sorot.co)--Mantan Bupati Klaten Sri Hartini divonis dengan hukuman 11 tahun penjara serta denda Rp900 juta atas kasus suap dan gratifikasi pada akhir tahun 2017 lalu. Usai divonis di Pengadilan Tipikor Semarang, kini Hartini harus menanggung kesalahannya di dalam Lapas Bulu Semarang.

Setalah beberapa bulan mendekam, kondisi Hartini diketahui sudah semakin membaik. Hal itu disampaikan oleh putra Sri Hartini, Andi Purnama usai diperiksa KPK sebagai saksi di Mapolres Klaten, pada Kamis (08/02). Selain sehat, Andi juga mengaku bahwa saat ini Hartini sudah mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan Lapas.

"Alhamdulillah kondisi ibu baik. Saya jenguk biasanya dua atau tiga kali dalam seminggu. Kondisi juga sehat dan sudah bisa adaptasi lah," kata Andi.

Setiap menjenguk, Hartini kerap kali merindukan sejumlah masakan khas Klaten. Beberapa makanan yang sering kali diminta untuk dibawakan yakni Getuk Yoko khas Pedan dan juga sambal terancam rumah makan Bu Mayar. Andi mengaku, beberapa masakan itu merupakan makanan favorit ibundanya. 

Sementara untuk aktivitas Hartini saat ini, Andi juga menyampaikan bahwa senam dan badminton merupakan beberapa olah raga yang cukup digemari Hartini. Bahkan, belum lama ini Hartini juga sempat minta untuk dibelikan raket. Semakin banyaknya kegiatan di dalam Lapas membuat kondisi Hartini semakin membaik.

"Ibu juga sempat tanya ke saya, pie Klaten le? Yang sudah ya sudah saja. Untuk upaya hukum apa saya belum tahu, tapi nanti pas dipersidangan (tersangka dua pejabat Disdik Klaten) ibu kan pasti juga jadi saksi. Kita tunggu saja nanti," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, Hartini divonis kasus suap dan gratifikasi usai terjadinya OTT KPK pada akhir tahun 2016 lalu. Buntut dari hal itu, kini KPK telah menetapkan dua pejabat Disdik Klaten yakni Kepala Bidang Sekolah Dasar Bambang Teguh Satya dan Sekretaris Disdik Sudirno.