Ibu yang Tega Seret Anaknya Diduga Mengalami Depresi
Peristiwa

Ibu yang Tega Seret Anaknya Diduga Mengalami Depresi

Bayat, (klaten.sorot.co)--Seorang anak berusia empat tahun warga Dukuh Balong, Desa Paseban, Kecamatan Bayat menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri. Balita berinisial DL (4) itu mengalami luka-luka pada bagian lutut setalah diseret menggunakan sepeda motor sejauh 300 meter, pada Kamis (08/02) sore.

Pelaku yang berinisial SAN itu diduga mengalami depresi. Pasalnya, perilaku tak terpuji yang dilakukan terhadap anaknya itu bukan kali pertama dilakukan. Bahkan saban hari pelaku yang akrab disapa SAN itu diketahui juga jarang mengurus anak-anaknya.

Ia memiliki dua orang anak yang masih kecil. Anak pertamanya yakni BE (9) dan anak keduanya yakni DL (4). Meski tinggal serumah, namun dalam keseharian kedua anaknya itu dirawat oleh neneknya. Sikap kurang kasih sayang pelaku kepada anak-anaknya itu disampaikan oleh anak pertamanya, BE (9).

Ibu kalau di rumah ya hanya tidur dan makan, saya dan adik sering dimarahi dan jarang diurus. Kalau sehari-hari kita diurus nenek,” ujar putri pertama SAN saat ditemui di jalan dekat rumahnya, Jumat (09/02/2018).

Tidak hanya itu, BE juga mengungkapkan bahwa setiap hari ibunya juga sering melamun. Terkadang pada saat tertentu, Ia juga pernah melihat ibunya senyum-senyum sendiri tanpa sebab. Sementara, lanjut BE, ayahnya jarang ada di rumah. Ia bekerja di daerah Muntilan, Magelang sebagai pekerja tambang pasir. 

Kalau bapak tidak di rumah. Pulangnya seminggu sekali kadang juga dua kali. Untuk sekolah saya berangkat sendiri, sedangkan adik saya di rumah dirawat simbah,” kata dia.

Sementara itu, Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono melalui Kasat Reskrim AKP Suardi Jumaing mengatakan, kajadian tersebut saat ini masih ditangani Polsek Bayat. Pihaknya masih belum bisa memastikan motif yang dilakukan oleh pelaku. Diduga Ia mengalami depresi dan perlu mendapat observasi terlebih dahulu.

Kita pastikan kondisi kejiawaannya dulu. Kalau memang tergganggu ya kita tidak bisa melakukan penyidikan. Tapi jika tidak terbukti kita lihat dulu. Untuk ancaman hukumannya kita belum bisa menyampaikan, nanti tunggu hasil penyidikan dulu,” kata dia.