Mengaku Depresi Saat Seret Anaknya, Polisi Masih Dalami Kondisi Kejiwaan Pelaku
Peristiwa

Mengaku Depresi Saat Seret Anaknya, Polisi Masih Dalami Kondisi Kejiwaan Pelaku

Klaten, (klaten.sosot.co)--Aparat kepolisian Resort Klaten masih melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kejiwaan pelaku sekaligus ibu yang menyeret anak kandungnya di Jalan Dukuh Balong, Desa Paseban, Kecamatan Bayat. Dari hasil pemeriksaan awal, pihak keluarga mengaku bahwa kondisi pelaku dalam keadaan depresi saat melakukan perbuatannya.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Kamis (08/02) lalu. Pelaku yang berinisial, SAN (35) itu tega menyeret anaknya, DL (4) di jalan samping rumahnya dengan mengendarai sepeda motor sejauh 300 meter. Pada saat melakukan itu pelaku memegang tubuh anaknya dengan satu tangan, sedangkan sebagian tubuh anaknya dibiarkan tergantung dengan posisi kaki menyeret aspal.

Dari hasil keterangan suami, yang bersangkutan itu mengalami depresi. Maka sementara ini masih dalam tahap observasi di rumah sakit jiwa, apakah benar dia depresi atau gila nanti yang menentukan pihak dokter,” kata Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono melalui Wakapolres, Kompol Hari Sutanto, Sabtu (10/02/2018).

Lebih lanjut diungkapkan, sikap depresi itu masih belum diketahui secara pasti sudah terjadi sejak kapan. Pasalnya memang selama ini pelaku juga tidak memiliki surat keterangan riwayat kejiwaan. Sehingga hasil observasi dari pihak dokter rumah sakit jiwa akan menjadi dasar untuk proses kelanjutan kasus ini. 

Terkait proses hukum, pihaknya mengaku juga masih belum bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut lantaran belum ada laporan dari pihak keluarga. Kendati demikian, pihaknya tetap akan melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan kondisi fisik maupun psikis dari korban. Untuk saat ini korban sudah dibawa oleh keluarga.

Alhamdulilah korban sudah membaik, sudah bisa ceria dan tidak ada tanda-tanda trauma. Untuk menghindari adanya rasa trauma kami juga akan mendampingi anak tersebut melalui Unit PPA,” kata dia.