Soal Penyeretan Anak di Bayat, DPRD Klaten Janji Akan Kawal Hingga Tuntas
Sosial

Soal Penyeretan Anak di Bayat, DPRD Klaten Janji Akan Kawal Hingga Tuntas

Klaten,(klaten.sorot.co)--Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh SAN (35) warga Dukuh Balong, Desa Paseban, Kecamatan Bayat terhadap anak kandungnya mendapat perhatian dari DPRD Klaten. Pihak legislatif berjanji akan mengawal kasus kekerasan rumah tangga tersebut hingga tuntas.

Ketua Komisi IV DPRD Klaten, Edy Sasongko mengaku sangat prihatin dengan tindakan yang dilakukan ibu tersebut. Dia meminta wanita tersebut tetap diproses sesuai hokum yang berlaku meski terbukti tidak mengalami gangguan kejiwaan.

"Kami sangat prihatin dengan kondisi tersebut, apalagi bisa sampai terjadi di Kabupaten Klaten. Maka kami harus kawal kasus itu hingga tuntas," ujarnya saat ditemui, Senin (12/02/2018). siang.

Dalam pengawalan tersebut, pihaknya telah menunjuk Sri Widodo, anggota legislatif yang juga menjabat Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Klaten untuk terus memantau perkembangan kasus itu. Termasuk kondisi korban baik fisik maupun psikologis. 

Keprihatinan itu dirasakan, lanjut Edy, di saat Klaten menyandang predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak selama tiga tahun berturut-turut. Sehingga, perlu ada pendampingan khusus dari semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini.

"Hari Jumat kemarin kita sudah cek, bahwa kesimpulan disana ibu itu mengalami tekanan mental. Maka kita tunggu dulu hasil dari rumah sakit, kalau memang gangguan kejiwaan ya dibuktikan dan nanti kita awasi bersama. Tapi kalau sehat harus di proses hukum," kata dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, balita berinisial DL (4) itu mengalami luka pada bagian lutut dan jari kaki setelah mendapat perlakuan kasar SAN (35), pada Kamis (08/02) lalu. SAN tega menyeret anaknya sejauh 300 meter menggunakan sepeda motor. Aksi itu sendiri sempat terekam CCTV dan tersebar di media sosial.