Ditetapkan Tersangka Usai Sweeping Hotel Prambanan, FPI Ajukan Praperadilan
Hukum & Kriminal

Ditetapkan Tersangka Usai Sweeping Hotel Prambanan, FPI Ajukan Praperadilan

Klaten,(klaten.sorot.co)--Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama dan tim pengacara pembela aktivis Islam mengajukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Klaten, pada Selasa (13/02/2018). Hal itu menyusul setelah Polres Klaten menetapkan tersangka terhadap sejumlah anggota FPI atas aksi sweeping di sebuah Hotel Kecamatan Prambanan.

Ketua Bantuan Hukum Front (BHF) Klaten, Afiq Anshori Camim mengatakan pengajuan praperadilan ini berdasarkan hasil penetapan tersangka terhadap anggota FPI yang tidak sesuai prosedur hukum. Ia menilai, penetapan tersangka hingga penahanan ini dilakukan sebelum pihak kepolisian memiliki bukti yang cukup.

Kalau kami menilai ya pembuktian yang belum cukup kok kenapa sudah ditangkap. Pembuktian mereka itu dilakukan setelah ditangkap anak-anaknya (anggota FPI). Ya walaupun itu kewenangannya polisi karena ada dugaan, tapi kami anggap tetap tidak prosedur,” kata dia.

Pihaknya juga mengakui materi praperadilan ini berdasarkan penetapan tersangka masih belum memadai dan perlu dipertanyakan. Pasalnya dari keseluruhan anggota yang terlibat tidak semuanya tahu menahu. Meskipun, lanjut dia, ada satu orang yang kedapatan membawa stick (pentungan) saat melakukan sweeping tersebut. 

Kan ada yang tidak tahu menahu dan tidak terlibat tapi juga ikut ditahan. Memang disitu ada juga yang membawa stik,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan dalam aksi sweeping yang dilakukan pada akhir Bulan Desember 2017 lalu itu sebetulnya bukan dilakukan dari lembaga, melainkan dilakukan secara individu oleh anggota FPI. Aksi itu juga dilakukan tanpa ada intruksi maupun perintah langsung dari ketua FPI Klaten.

Yang sangat kami sayangkan ya itu tidak ada perintah dari imam atau ketua kok tiba-tiba seperti itu. Tapi kami yakin itu dilakukan karena saking semangatnya mereka untuk melakukannya (sweeping). Kami sudah panggil semua anggota dan menyampaikan agar tidak seperti itu lagi,” jelasnya.

Sebelumnya, polisi telah menangkap empat anggota FPI Klaten lantaran nekat melakukan aksi sweeping di sebuah hotel. Aksi sweeping dilakukan pada Jumat (22/12). Usai melakukan gelar perkara sehari setelahnya, polisi langsung menetapkan tersangka dan mengamankan mereka pada Minggu (24/02).