Ditodong Pistol oleh Pengendara RX King, Begini Kronologis Pembegalan
Hukum & Kriminal

Ditodong Pistol oleh Pengendara RX King, Begini Kronologis Pembegalan

Trucuk,(klaten.sorot.co)--Sabani Wahyu (25), warga Desa Mireng, Kecamatan Trucuk, yang menjadi korban pembegalan di jalan Cawas-Gunungkidul, Selasa (13/02) malam, sempat ditodongkan pistol dan dihajar hingga babak belur. Bahkan uang senilai Rp 3 juta yang dibawa juga raib

Informasi yang diperoleh, peristiwa itu terjadi di selatan jembatan tepatnya Dukuh Nglengkong, Desa Nanggulan, Kecamatan Cawas. Salah satu kerabat korban, Rohmadi (43) menceritakan, kejadian itu bermula ketika Sabani yang seorang diri hendak menuju ke Kabupaten Gunungkidul sekitar pukul 21.30 WIB. Sebelum sampai di wilayah Cawas, dia sempat berhenti untuk mengambil uang di mesin ATM Pedan. Dari situ, dia lantas melanjutkan perjalanan ke Gunungkidul melalui jalur Desa Nanggulan.

Sesampainya di selatan jembatan, handphone (Sabani) berbunyi. Ia langsung menepikan kendaraan untuk mengecaknya. Saat itu dari belakang tiba-tiba ada yang memboncengi kendaraan Sabani dan menodongkan pistol dibagian leher. Kemungkinan mereka itu sudah membuntuti sejak keluar dari ATM,” ujar Rohmadi saat ditemui, Rabu (14/02/2018).

Dirinya menjelaskan, saat itu pelaku ada empat orang berboncengan dengan mengendarai dua sepeda motor jenis RX King. Setelah menodongkan pistol, Sabani lantas digiring ke jalan persawahan. Disitu dua pelaku langsung menghajar korban hingga babak belur. Bahkan satu diantaranya membawa senjata tajam berupa pisau. Senjata itu digunakan untuk menyambet lengan tangan Sabani. 

Beruntungnya saat sajam itu diayunkan, dia bisa menghindar dan hanya mengenai jaketnya. Namun keponakan saya (Sabani) tetap dihajar hingga terjatuh ke sawah. Setelah itu satu pelaku mengambil uang yang ada di saku jaket senilai Rp 3 juta dan merampas dompet,” imbuhnya.

Usai melakukan aksi itu, keempat pelaku langsung kabur ke arah Kabupaten Gunungkidul. Sedangkan Sabani yang dalam kondisi sempoyongan berusahan meminta bantuan masyarakat sekitar. Ia juga sempat menghubungi keluarga yang ada di Gunungkidul agar bisa menjemputnya. Dari situ Sabani langsung dilarikan RSI Cawas untuk mendapat pertolongan medis.

Keempat pelaku tidak mengambil sepeda motor keponakan saya. Karena begitu berhenti, kunci motor langsung dicabut dan disembunyikan di dalam tanah. Luka yang diderita juga tidak mengeluarkan darah, hanya saja akibat dihajar itu ia mengalami lecet pada sekujur tubuh,” katanya.

Pihak keluarga sendiri sudah melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisan setempat. Sementara Sabani yang masih dalam kondisi pemulihan sudah dibolehkan pulang. Saat ini korban berada di kediaman keluarganya yang ada di Gunungkidul. Ia berharap pelaku segera bisa ditangakap karena dianggap meresahkan masyarakat.