Setelah Jalani Observasi, Begini Kondisi Ibu Penyeret Anak Kandung di Bayat
Peristiwa

Setelah Jalani Observasi, Begini Kondisi Ibu Penyeret Anak Kandung di Bayat

Klaten, (klaten.sorot.co)--Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh, SAN (35) warga Dukuh Balong, Desa Paseban, Kecamatan Bayat terhadap anak kandungnya tidak berlanjut ke proses hukum. Hal itu dilakukan setelah munculnya hasil observasi yang menyatakan bahwa SAN mengalami depresi berat.

Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono mengatakan observasi sudah dilakukan oleh pihak rumah sakit selama 14 hari. Hasilnya, pihak dokter menyatakan bahwa ia mengalami depresi berat. Sehingga perlu ada observasi lanjutan untuk menangani gangguan yang dialami pelaku.

"Hasil dari komunikasi melalui telepon dinyatakan ada depresi, maka perlu ada tindak lanjut untuk berobat. Saya juga masih belum tahu nanti pihak keluarga mau membawa untuk berobat inap atau rawat jalan," ujarnya Senin (05/03/2018).

Terkait proses hukum, pihaknya mengaku tidak bisa melanjutkannya lantaran mengacu dari hasil observasi tersebut. Terlebih lagi pihak keluarga atau suami juga sampai saat ini tidak membuat laporan kepada polisi. Sehingga langkah yang ditempuh saat ini yakni mendampingi kepada korban. 

Selain dari Unit PPA Polres Klaten, pihaknya juga berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak ( P2TPA) Surakarta untuk pendamping psikologi anak tersebut. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan trauma yang berkelanjutan. Proses pendampingan akan terus dilakukan hingga kondis psikologi anak membaik.

"Untuk anak (korban) tetap kita dampingi. Karena di Klaten belum ada, kita datangkan dari Surakarta. Sementara untuk suami sendiri juga tidak membuat laporan, mungkin juga tidak tega karena pelaku itu adalah istrinya sendiri," kata dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, balita berinisial DL (4) itu mengalami luka pada bagian lutut dan jari kaki setelah mendapat perlakuan kasar dari, SAN (35), Kamis (08/02) lalu. SAN tega menyeret anak kandungnya sejauh 300 meter menggunakan sepeda motor. Aksi itu sendiri sempat terekam CCTV dan tersebar di media sosial.