Dianggap Ilegal, Baliho Paslon Gubernur Dibredel Paksa Petugas
Peristiwa

Dianggap Ilegal, Baliho Paslon Gubernur Dibredel Paksa Petugas

Klaten, (klaten.sorot.co)--Sejumlah alat peraga kampanye pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) dipereteli Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Klaten, pada Selasa (06/03/2018). Alat peraga berupa baliho yang terpampang di pinggir jalan tersebut terpaksa dibongkar lantaran dianggap ilegal.

Dalam pencopotan paksa itu, Panwaslu Klaten berkoordinasi dengan petugas Satpol-PP setempat. Pencopotan dibagi menjadi dua tim, satu tim bergerak di sepanjang jalan Jogja-Solo hingga wilayah perbatasan bagian barat dan satu tim lagi bergerak di Jalan Jogja-Solo bagian timur hingga selatan.

"Untuk pembongkaran saat ini regulasinya adalah parpol maupun tim pemenangan paslon bisa menambah alat peraga kampanye, tapi harus melaporkan dulu ke KPU. Sedangkan yang sudah ada ini belum ada pemberitahuan ke KPU," kata Ketua Panwaslu Klaten, Arif Fatkhurrokhman.

Dikatakan, dalam pencopotan kali ini tidak hanya alat peraga kampanye dari Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur, melainkan juga baliho bernada kampanye pemilihan legislatif dan presiden 2019. Namun demikian apabila untuk sebatas sosialiasi, pemasangan alat peraga kampanye masih diperbolehkan namun hanya gambar dari parpol yang bersangkutan. 

"Jadi semua kita tertibkan, misalnya gambar calon DPR atau calon presiden ya kita copoti. Karena kan belum memasuki masa kampanye. Jadi apapun itu alat peraga kampanye harus ada izin dulu dari KPU," kata dia.

Ia mengaku sebelumnya sudah melayangkan surat ke beberapa partai pengusung agar bisa menertibkan baliho secara mandiri. Pihaknya memberi batasan waktu penertiban hingga 15 Februari 2018, namun hingga saat ini hal itu masih belum diindahkan. Untuk pemerataan pencopotan ini ditargetkan berlangsung dua hari.

"Target kita semua bisa dicopot. Sebetulnya mereka sudah kami kirim surat untuk bisa menertibkan sendiri. Karena ini adalah pelanggaran administrasi," tambah dia.

Dari data yang diperoleh, di sepanjang jalan Klaten terdapat sebanyak 126 alat peraga kampanye ilegal, dari jumlah itu sebanyak 103 bergambar paslon nomor 1 yakni Ganjar-Taj Yasin dan sebanyak 23 diantaranya bergambar paslon nomor 2 yakni Said-Ida. Hampir semua baliho itu terpasang menyebar di 26 kecamatan di Kabupaten Klaten.