FKUB Klaten Usulkan Bendera Merah Putih Berkibar di Setiap Tempat Ibadah
Sosial

FKUB Klaten Usulkan Bendera Merah Putih Berkibar di Setiap Tempat Ibadah

Klaten, (klaten.sorot.co)--Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten menyampaikan 10 rekomendasi kepada Bupati Klaten, Sri Mulyani, Senin (12/03/2018). Dari 10 rekomendasi itu, satu point diantaranya adalah FKUB mengusulkan agar semua tempat ibadah dipasang tiang untuk pengibaran bendera Merah Putih.

Ketua FKUB Klaten, Syamsuddin Asyrofi mengatakan usulan rekomendasi ini merupakan hasil kesepakatan para tokoh agama atas tindak lanjut dari adanya sejumlah peristiwa yang terjadi pada satu tahun terakhir ini. Salah satu yang cukup memprihatinkan adalah rasa nasionalisme yang sudah mulai luntur.

Kalau temuan tempat ibadah, kami hanya membaca, mencermati dan mengamati yang terjadi di sekitar kita. Tidak di Klaten, makanya kita antisipasi agar di Klaten tidak terjadi seperti itu,” ujarnya saat di temui, Senin (12/03/2018).

Dikatakan, salah satu upaya yang tepat untuk menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus edukasi terhadap semua warga yakni dengan cara menghormati simbol-simbol Bangsa Indonesia. Sehingga, rekomendasi kepada Bupati yang cukup penting adalah membuat intruksi agar bisa memasang Bendara Merah Putih di tempat-tempat ibadah. 

Kami ingin merekomendasikan kepada Bupati agar memberikan intruksi kepada seluruh masyarakat terutama tempat ibadah agar memasang Bendera Merah Putih. Tidak hanya itu, jika perlu di masing-masing kantor ibadah setidaknya juga dipasang simbol negera dan pimpinan kita,” imbuhnya.

Untuk saat ini, jumlah tempat ibadah di Kabupaten Klaten mencapai ribuan. Sementara jumlah umat paling banyak didominasi oleh Muslim, disusul kedua adalah umat Khatolik yang jumlahnya mencapai 24 ribu, selanjutnya umat Protestan sebanyak 38 ribu, umat Hindu 12 ribu dan terakhir yakni umat Budha dan Konghucu.

Rekomendasi pemasangan bendara ini kami sampaikan untuk semua tempat ibadah. Menghormati simbol negara itu menurut saya penting, kalau tidak kita maka siapa lagi. Dan simbol itu bukan hanya sekedar kain, itu adalah simbol yang sudah dirintis oleh bangsa Indonesia,” kata dia.

Terkait tahun politik, pihaknya sudah melakukan deklarasi bersama Polres Klaten untuk meminta kepada seluruh umat beragama agar menjaga kesucian tempat ibadah masing-masing. Termasuk khotbah yang disampaikan oleh tokoh agama juga perlu diperhatikan. Apabila sudah mengacu pada calon peserta pemilu seharusnya tidak dilakukan.

Kami mengingatkan kepada seluruh tempat ibadah agar bisa menjaga dari hal-hal seperti itu. Jamaah itu kan majemuk, kalau imamnya berbicara tidak sesuai dengan kepentingan semua jamaah pasti akan ada resistensi,” pungkasnya.