Puluhan Pendeta Deklarasikan Anti Berita HOAX
Peristiwa

Puluhan Pendeta Deklarasikan Anti Berita HOAX

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Sejumlah pimpinan gereja dari berbagai paguyuban di Kabupaten Klaten bersatu mendeklarasikan menolak berita hoax, pada Selasa (13/03/2018). Dalam deklarasi itu, para pendeta ini sepakat untuk memerangi berita bohong lantaran dianggap mampu memecah belah kesatuan bangsa Indonesia.

Deklarasi dilakukan bersama jajaran Polres Klaten di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah. Deklarasi diikuti para Pendeta yang tergabung dalam paguyuban FKG, FKHT, Garda, dan API. Mereka yang hadir pada kesempatan ini untuk mewakili masing-masing Gereja Kristen di Kabupaten Klaten.

Ketua Forum Kerjasama Eklesia Gereja-Gereja se-Kabupaten Klaten, Pendeta Sugeng Prasetya mengatakan deklarasi ini merupakan tindak lanjut atas maraknya berita hoax yang berkembang di media sosial. Menurutnya, berita hoax saat ini sudah kerap kali disalahgunakan untuk menyebar berita yang mengandung unsur intoleransi dan ujaran kebencian.

"Kami terpanggil untuk menanggapi situasi kekinian yang menjadi isu nasional saat ini. Karena dampak negatif dari penggunaan media komunikasi untuk memuat berita bohong ini sangat berbahaya," kata dia.

 

Menurutnya, para Pendeta yang memiliki peran bagi umat perlu ikut bertanggungjawab terhadap kondisi yang terjadi saat ini. Secara moral Pendeta dapat memberikan arahan kepada umat mereka masing-masing agar tidak ikut serta menyebarkan berita hoax. Hal itu dapat disampaikan di sela-sela acara yang melibatkan seluruh umat.

"Kami bisa menyampaikan hal ini melalui sisipan khotbah sarasehan, maupun melalui pembinaan anak-anak," imbuhnya.

Sementara itu Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono menyampaikan bahwa deklarasi ini merupakan bagian dari gerakan anti hoax di seluruh Indonesia. Upaya ini juga salah satu langkah untuk mempersempit dan bahkan meniadakan ruang gerak bagi penyebar berita hoax.

"Ini penting, karena tidak menutup kemungkinan akan makin banyak jatuh korban karena berita hoax itu. Orang yang dianggap baik justru menjadi korban fitnah. Maka berita hoax harus kita perangi bersama," pungkas dia.