Rumah Kades Disatroni Maling, Perhiasan dan Uang Ratusan Juta Raib
Hukum & Kriminal

Rumah Kades Disatroni Maling, Perhiasan dan Uang Ratusan Juta Raib

Cawas, (klaten.sorot.co)—Rumah Kepala Desa (Kades) Pakisan, Kecamatan Cawas, F. Dedy Sukardi disatroni maling saat ditinggal pergi, pada Selasa (13/03/2018) siang. Akibat dari kejadian tersebut, uang tunai dan sejumlah barang berharga berupa perhiasan raib. Dedy diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta.

Pada saat kejadian kondisi rumah dalam keadaan sepi. Dedy yang bertugas sebagai Kades pada waktu itu tengah pergi ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten untuk mengurus sertifikat tanah, sementara istrinya sedang pergi keluar rumah untuk persiapan menghadiri pelantikan SOT perangkat desa.

Saat pulang dan masuk ke kamar istri saya melihat kondisi kamar sudah acak-acakan. Dia langsung menghubungi saya yang waktu itu juga sudah sampai di kantor desa,” kata Dedy Sukardi saat dihubungi, Selasa petang.

Mendapati informasi itu, Dedy lantas pulang ke rumah. Ia menduga pelaku masuk melalui pintu belakang dengan cara membuka secara paksa. Pasalnya, diketahui kondisi slot kancing pintu sudah dalam keadaan rusak. Saat sudah berhasil masuk ke dalam rumah, pelaku diperkirakan langsung menuju ke almari yang digunakan untuk menyimpan barang berharga. 

Jadi kemungkinan setelah menjebol pintu belakang dia sudah tahu tempat penyimpanan barang yang ada di dalam kamar. Karena memang barang berharga di ruangan lain tidak hilang, padahal ada laptop dan TV LED,” imbuhnya.

Dari aksi itu, pencuri berhasil menggasak uang tunai sebanyak Rp 19 juta dan perhiasan berupa berlian senilai Rp 250 juta. Bahkan, pelaku juga sempat mengacak-acak seisi almari untuk mencari barang berharga lainnya. Beruntung sejumlah tabungan deposito dan surat-surat lainnya yang ada di dalam almari tidak ikut dibawa kabur.

Saya langsung menghubungi aparat kepolisian setempat untuk melakukan pemeriksaan. Tadi dari Polsek dan Polres sudah ada yang kesini melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini kondisi barang masih dalam keadaan acak-acakan,” kata dia.