Tertimpa Pohon, Rumah Warga di Sajen Hancur Rata Tanah
Peristiwa

Tertimpa Pohon, Rumah Warga di Sajen Hancur Rata Tanah

Trucuk, (klaten.sorot.co)--Sebuah bangunan rumah milik, Purwono (55) warga Dukuh Sidorejo, Desa Sajen, Kecamatan Trucuk roboh setelah tertimpa pohon tumbang, pada Sabtu (07/04) malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun bangunan rumah berukuran 12 X 10 meter itu hancur hingga rata dengan tanah.

Sebelum kejadian tersebut berlangsung, hujan deras disertai angin kencang sempat melanda Desa Sajen sejak Sabtu sore. Bahkan, angin kencang diketahui menerjang wilayah setempat sebanyak dua kali. Angin juga mengakibatkan sejumlah atap genting rumah warga berterbangan dan beberapa pohon bertumbangan.

Purwono menceritakan, pada saat kejadian ia mengaku sedang berada di dalam rumah. Selang 5 menit kemudian, angin kembali melanda permukiman warga. Merasa khawatir dengan hal itu, Purwono lantas berlari ke teras depan. Nahas setibanya di teras tiba-tiba pohon jenis trembesi yang ada dibelakang rumahnya tumbang hingga menimpa bangunan rumah utama.

Saat itu kondisi cuaca sangat mngerikan, kira-kira angin melanda selama dua kali. Yang pertama saya masih di dalam rumah, namun setelah sempat reda tiba-tiba angin datang lagi. Akhirnya saya berlari keluar,” kata dia saat ditemui, Minggu (08/04/2018).

Beruntung saat pohon dengan ketinggian sekitar 15 meter itu menimpa rumahnya, Purwono yang ada di teras berhasil melompat keluar dan menghindari reruntuhan bangunan rumah. Akibat dari kejadian itu, hampir seluruh bangunan rumah Purwono tak bisa diselamatkan. Tiang penyangga rumah mengalami roboh dan bagian atap rata dengan tanah. 

Jika ditaksir saya mengalami kerugian mencapai Rp 40 juta. Selain rumah, sejumlah perabotan yang ada di dalam juga rusak, terutama lemari dan peralatan dapur. Memang ukuran pohon yang tumbang ini cukup besar,” jelasnya.

Untuk saat ini, Purwono terpaksa tak memiliki tempat tinggal, sedangkan sisa-sisa barang berharga yang berhasil diselamatkan ia titipkan kepada tetangga. Saban hari Purwono bekerja sebagai buruh harian lepas. Ia juga hanya hidup sebatang kara dan tinggal di rumah seorang diri. Ia menjelaskan selama ini sudah terbiasa tidur disembarang tempat.

Kalau tidur saya tidak terlalu kefikiran, karena memang saya hidup sendiri jadi terbiasa tidur disembarang tempat. Biasanya jika malam saya suka tidur di pos ronda,” jelasnya.

Hingga kini seluruh masyarakat dibantu TNI, Polri dan relawan masih melakukan evakuasi sisa-sisa reruntuhan. Sementara Ketua RT setempat, Muhammad (57) menjelaskan setelah dilakukan evakuasi, ia bersama warga sekitar akan menggelar musyawarah. Rencananya, Purwono akan dibuatkan tempat tinggal seadanya terlebih dulu hingga mendapat bantuan.

Kita musyawarahkan nanti, yang pasti kita upayakan agar memiliki bangunan sementara. Setidaknya bisa untuk tempat tinggal,” kata dia.