Prasarana UNBK Minim, Sebagian SMA di Klaten Numpang ke Sekolah Lain
Pendidikan

Prasarana UNBK Minim, Sebagian SMA di Klaten Numpang ke Sekolah Lain

Klaten, (klaten.sorot.co)--Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi pelajar tingkat SMA sudah berlangsung sejak Senin (09/04) kemarin. Sebanyak tujuh SMA di Klaten tidak bisa menggelar UNBK secara mandiri, mereka terpaksa numpang ujian ke sekolah lain lantaran belum memiliki sarana dan prasarana yang cukup.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Klaten, Kawit Sudiyono mengatakan ketujuh SMA itu sudah jauh-jauh hari bersiap gabung dengan SMA terdekat untuk pelaksanaan UNBK. Selain prasarana minim, rata-rata sekolah yang bergabung itu juga biasanya memiliki murid tidak terlalu banyak, antara 6 hingga 12 murid saja.

"Jadi persiapan mereka sudah jauh. Para murid sudah dilakukan uji coba sebanyak dua kali sebelum UNBK ini dimulai. Kami lakukan terus dalam uji coba, agar mereka dapat terbiasa dengan komputer yang digunakan," kata dia.

Menurutnya, upaya penggabungan sekolah ini merupakan salah satu solusi tepat bagi SMA yang belum memiliki peralatan komputer memadai. Pasalnya, apabila UNBK dipaksakan dengan perlengkapan yang tidak memenuhi standar maka akan merugiakan peserta ujian. Bahkan, pelaksanaan UNBK itu juga bisa terancam gagal. 

Dalam pelaksanaan UNBK SMA hari pertama dan kedua, pihaknya mengaku tidak ada kendala. Secara keseluruhan masih berjalan lancar tanpa gangguan. Pihaknya juga sudah mengantisipasi adanya gangguan selama UNBK berlangsung, diantaranya berkoordinasi dengan jaringan listrik PLN dan melakukan pencadangan server.

"Seluruh sekolah sudah saya minta agar gerak cepat jika ada kendala. Setiap sekolah paling tidak juga ada satu teknisi komputer, agar anak-anak tidak terganggu saat ujian," pungkas dia.

Untuk peserta ujian pada tahun 2018 ini, Kawit mengaku ada sebanyak 4.440 siswa dari 26 SMA di Kabupaten Klaten. Keseluruhan murid kini sudah melakukan ujian nasional dengan komputer meski sebagian masih numpang di sekolah lainnya. Ia juga menjelaskan, target pada tahun ini adalah mampu meraih kelulusan 100 persen.