Kepala Dinas Hadiri Acara SBY, Indikasi Pelanggaran Netralitas ASN Menguat
Politik

Kepala Dinas Hadiri Acara SBY, Indikasi Pelanggaran Netralitas ASN Menguat

Klaten, (klaten.sorot.co)--Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Sunardi dalam acara sarasehan petani bersama Presiden Indonesia ke-6 dan juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disoalkan. Pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Klaten terpaksa memanggil Sunardi untuk dilakukan klarifikasi.

Sunardi dipanggil Panwaslu, pada Senin (09/04) kemarin. Ia dipanggil untuk diklarifikasi setelah terbukti hadir dalam acara kunjungan SBY di rumah pendopo, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan pada Sabtu (07/04) lalu. Bahkan dalam kehadirannya di acara tersebut, Sunardi terlihat mengenakan pakian dinas PGRI.

Sudah kita klarifikasi lagi hari ini. Disitu yang bersangkutan kami tanya kenapa hadir dalam acara itu, diundang atau tidak, jika diundang dalam bentuk apa undangannya, dan yang bersangkutan datang sebagai apa,” ujar Ketua Panwaslu Klaten, Arif Fatkhurrokhman, Selasa (10/04/2018).

Disinggung pengutan adanya indikasi pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN), Arif mengaku bahwa dengan kehadiran Sunardi dalam acara tersebut sebetulnya sudah memenuhi unsur pelanggaran. Sehingga, setelah klarifikasi ini pihaknya akan melakukan kajian. Hasil dari kajian akan keluar rekomendasi yang bakal disampaikan ke Bupati. 

Kita lanjutkan ke kajian dulu, bukti foto dan sebagainya juga ada. Kemungkinan hasil rekomendasi bisa keluar Kamis besuk. Apabila masih ada yang belum cukup tidak menutup kemungkinan juga bisa kami kambil kembali,” kata dia.

Apapun hasil rekomendasi yang keluar, pihaknya mengaku hal itu akan tetap disampaikan ke Bupati dan diteruskan ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Klaten. Pasalnya kewenangan pemberian sanksi kepada pejabat berada di tangan Bupati. Termasuk kepala desa yang ikut terlibat dan hadir.

Sementara itu, Kepala Disdik Klaten, Sunardi mengaku bahwa kehadirannya dalam acara tersebut hanya sebatas mampir dan tidak ada undangan. Ia tidak sengaja melewati lokasi acara sarasehan SBY dan berhenti untuk memastikan apakah ada guru-guru yang ikut hadir. Ia juga mengaku sebelum masuk ke acara itu tidak mengetahui bahwa itu kegiatan partai.

Informasi yang saya terima itu adalah kegiatan kelompok tani, bukan partai. Tapi kok saya melihat ada partai Demokrat kemudian saya mampir untuk memastikan dan mantau apakah ada guru disitu. Saya sendiri juga tidak dapat undangan,” kata dia.

Dirasa tidak ada kehadiran guru-guru dalam acara tersebut, ia lantas bergegas keluar meninggalkan acara. Pihaknya juga mengaku kedatangannya dalam acara itu terbilang singkat, hanya sekitar lima menit dan kemudian pergi.

Selain Kepala Disdik Klaten, pihak Panwaslu juga memanggil dua kepala desa (kades) yang turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk dilakukan klarifikasi. Keduanya adalah Kades Pakisan Kecamatan Cawas, F.X Dedi Sukardi dan Kades Kebondalem Lor Kecamatan Prambanan, Agus Nugroho.