Gempar, Penjaga Gereja Ditemukan Tewas di Tanggul Sungai
Peristiwa

Gempar, Penjaga Gereja Ditemukan Tewas di Tanggul Sungai

Cawas, (klaten.sorot.co)--Seorang pria penjaga Gereja Paroki Maria Assumpta Cawas, Siswanto (49) ditemukan meninggal dunia di tanggul sungai Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, pada Jumat (13/04/2018). Hingga kini, masih belum diketahui penyebab meninggalnya pria tersebut.

Informasi yang diperoleh, korban yang keseharian berprofesi sebagai penjaga gereja itu merupakan warga Dukuh Gonalan, Desa Bawak, Kecamatan Cawas. Sesaat sebelum ditemukan pada Jumat pagi tadi, korban sudah tidak berada di rumah lantaran sedang mendapat giliran jaga malam.

"Memang tadi malam itu korban sedang jaga malam. Namun sekitar pukul 20.30 WIB, ia izin keluar sebentar dengan alasan mau diajak teman untuk makan. Tapi kami tidak tahu siapa teman yang mengajaknya," kata salah seorang jemaat gereja, Hans, Jumat siang.

Namun, lanjut Hans, hingga larut malam korban tak kunjung kembali ke gereja. Sejumlah rekan-rekan penjaga lain sempat menghubungi korban melalui ponsel namun tak mendapatkan respon. Pada saat itu, korban keluar hanya membawa helm sedangkan sepeda motornya masih ditinggal di gereja. 

Hingga Jumat pagi, rekan-rekan penjaga gereja juga masih belum mendapat informasi keberadaan korban. Namun tak disangka, mereka justru mendapat kabar bahwa Siswanto ditemukan meninggal dunia di pinggir tanggul sungai Desa Karangasem. Mereka lantas bergegas menuju ke lokasi untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

"Tahu-tahu tadi pagi baru ditemukan oleh penduduk setempat yang mau ke sawah dalam keadaan meninggal dunia. Saya juga ikut evakuasi bersama warga dan polisi. Dari situ tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata dia.

Usai dilakukan evakuasi, korban lantas dibawa ke rumah duka, pihak keluarga juga tidak berkehendak untuk melakukan otopsi. Namun demikian, sejumlah masyarakat berharap agar polisi bisa mendalami kasus ini. Pasalnya memang sesaat sebelum kejadian korban keluar bersama orang yang belum diketahui identitasnya.

"Kalau kami berharap ini bisa terungkap. Tadi ponsel korban sudah dibawa polisi untuk memastikan siapa teman yang pergi bersama korban itu. Karena memang jarak antara gereja dengan lokasi kejadian cukup jauh sekitar 4 kilometer," jelasnya.