Bonek Berangkat ke Bantul, Polisi Berjaga di Sepanjang Jalan Jogja-Solo
Peristiwa

Bonek Berangkat ke Bantul, Polisi Berjaga di Sepanjang Jalan Jogja-Solo

Klaten, (klaten.sorot.co)--Sebanyak 250 personil dari Jajaran Polres Klaten diterjunkan di sepanjang Jalan Jogja-Solo sejak, Jumat (13/04/2018) pagi. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya aksi anarkis jelang laga lanjutan Liga 1 antara Persebaya Surabaya melawan PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono mengatakan pengamanan kali ini melibatkan ratusan personil dari Dalmas, Sabhara, Satlantas, serta polsek jajaran. Mereka dikerahkan di sepanjang jalan Jogja-Solo mulai dari perbatasan Solo hingga perbatasan Yogyakarta. Pengamanan dilakukan secara estafet dengan jajaran Polres tetangga.

Kita kawal seluruh suporter ini agar tidak terjadi sesuatu. Pengawalan dilakukan secara estafet, misalnya sampai di Sukoharjo ya di sambung oleh polisi disana, kalau di perbatasan Sleman nanti disambung oleh Sleman,” ujarnya, Jumat siang.

Pengamanan bakal dilakukan hingga pertandingan berakhir. Untuk saat ini proses pengawalan masih berjalan aman dan kondusif. Meski ada sedikit gesekan pada saat suporter Bonek melintas di Klaten tadi, namun ia mengaku sudah berhasil diatasi dengan cepat. Upaya pencegahan itu sudah dilakukan sebelum terjadi aksi anarki. 

Memang tadi ada sedikit permasalahan, tapi tidak ada yang serius. Karena memang kita tidak jauh dari situ, maka langsung kita cut,” imbuhnya.

Mengingat pertandingan itu bakal berlangsung hingga Jumat petang, pihaknya meminta kepada masyarakat Klaten untuk tetap tenang dan tidak mengambil langkah sendiri. Pasalnya memang upaya pengamanan sudah dilakukan secara maksimal oleh aparat kepolisan. Terlebih lagi jika para suporter itu tidak berbuat apa-apa.

Jangan melakukan upaya melanggar hukum, meskipun ada oknum suporter yang nakal atau melanggar biarkan aparat polisi yang menangani. Warga jangan ambil langkah sendiri, apalagi jika bonek tidak melakukan apa-apa, berarti masyarakat yang harus tanggung resiko,” kata dia.