Kejernihan Umbul Cokro Jadi Wisata Alternatif Saat Musim Kemarau
Wisata

Kejernihan Umbul Cokro Jadi Wisata Alternatif Saat Musim Kemarau

Tulung, (klaten.sorot.co)--Terik matahari yang menyengat disejumlah wilayah Kabupaten Klaten beberapa hari terkahir ini jadi alasan masyarakat untuk berburu tempat sejuk disertai gemercik air. Salah satu kawasan yang layak untuk menjawab suasana panas saat ini adalah lokasi pemandian sumber mata air.

Salah satunya kawasan wisata Obyek Mata Air Cokro (OMAC), Kecamatan Tulung. Letaknya yang jauh dari pusat kota menjadi keuntungan tersendiri untuk menyedot perhatian pengunjung. Polusi udara yang menumpuk di pusat kota hampir tak terasa jika sudah menginjakkan kaki di kawasan Umbul Cokro. Terutama saat memasuki musim kemarau.

Umbul Cokro dengan luas lebih dari 3 hektar ini memiliki beberapa lokasi pemandian. Sejumlah lapak yang didominasi pedagang aksesoris nampak terlihat beraktifitas disepanjang jalan setapak menuju bagian dalam Umbul Cokro. Ada tiga pintu masuk untuk menuju lokasi tersebut yakni melalui sisi utara, barat dan selatan.

Dua pintu masuk untuk menuju Umbul Cokro harus melewati jembatan. Jembatan pintu masuk sisi utara menggunakan bangunan permanen, sedangkan jembatan pintu masuk sisi barat menggunakan jembatan gantung berbahan kayu dengan ukuran lebar sekitar 1,5 meter dan panjang lebih dari 10 meter. Uji adrenalin sangat terasa di jembatan gantung tersebut.

Kalau saya lebih suka melewati jembatan gantung. Karena memang sangat cocok untuk berfoto-foto, apalagi dibawah jembatan ini kita bisa melihat air terjun dan aliran sungai yang sangat jernih,” kata salah satu pengunjung asal Kabupaten Sleman, Evania (18), Minggu (15/04/2018).

Setelah tiba dibagian dalam, terlihat aliran air memutar layaknya saluran irigasi. Aliran air dengan kedalaman sekitar 1 meter itu memiliki kejernihan air sebening kaca dengan dasar kolam berupa bebatuan alami. Berbeda dengan saluran air lainnya, saluran irigasi tersebut merupakan aliran sumber mata air yang tak pernah kering. 

Hawa sejuk langsung terasa saat memasuki lokasi ini. Beberapa pengunjung nampak asik duduk beralaskan tikar dibawah rerindangan pohon. Sedangkan pengunjung lainnya memilih untuk menyelam dan menikmati aliran air. Bagi mereka yang tak bisa berenang, pelampung dari ban juga tersedia untuk berkeliling di saluran irigasi itu.

Memasuki lebih dalam, terdapat dua anak tangga untuk menuju bagian atas dan bawah. Anak tangga menuju atas akan mengantarkan pengunjung untuk bermain air di kolam renang buatan. Dibagian atas, anak-anak bisa bermain air dan prosotan, sedangkan bagi orang dewasa bisa uji adrenalin mereka diatas prosotan cukup tinggi.

Berbeda dengan jalur anak tangga menuju kebawah, di lokasi yang satu ini para pengunjung akan berjalan di samping air terjun. Air terjun tersebut merupakan sungai yang dilewati menggunakan jembatan saat hendak masuk ke lokasi ini. Suara gemuruh air yang menghantam bebatuan menjadi sensasi tersendiri saat menuruni anak tangga.

Setibanya di bawah, sejumlah tikar milik pedagang setempat sudah berjajar rapi tepat di tepi sungai. Dari tikar yang disewakan ini, para pengunjung harus berjalan kaki menyisiri bebatuan besar untuk mandi di bawah air terjun. Bagi anak muda yang ingin berswafoto, sebuah gazebo dan rumah pohon juga berdiri kokoh diatas aliran air.

OMAC merupakan salah satu wisata unggulan di Kabupaten Klaten. Potensi yang diunggulkan memang sumber mata air dan kejernihan sungai. Pada saat tradisi padusan disini juga ada pentas hiburan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Pantoro.

Umbul Cokro berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Kabupaten Klaten. Tarif masuk untuk menikmati lokasi ini sebesar Rp 10 ribu untuk setiap orang. Pada saat hari tertentu, dilokasi ini akan disuguhkan pentas hiburan musik live baik dangduk, pop, reagee maupun hip-hop.