Duh, Soal Ujian Perangkat Desa di Sejumlah Lokasi Sempat Kurang
Pemerintahan

Duh, Soal Ujian Perangkat Desa di Sejumlah Lokasi Sempat Kurang

Manisrenggo, (klaten.sorot.co)--Pelaksanaan ujian seleksi perangkat desa yang digelar serentak di masing-masing kecamatan pada, Minggu (29/04/2019) berjalan kurang lancar. Sejumlah peserta calon perangkat desa terpaksa harus menunggu lantaran jumlah soal dari tim penguji sempat kurang.

Informasi yang diterima, kekurangan soal untuk ujian tertulis ini dialami di beberapa wilayah meliputi Kecamatan Manisrenggo sebanyak 1 soal, Jogonalan ada 1 soal dan Prambanan sebanyak 8 soal. Bahkan di Kecamatan Jogonalan, peserta yang tidak kebagian soal terpaksa harus menunggu cukup lama.

Prinsipnya semua berjalan lancar. Hanya saja memang ada sedikit yang terganggu karena soal ujian sempat kurang,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Klaten, Purwanto Anggono Cipto di sela-sela pemantauan ujian, Minggu siang.

Pihaknya mengaku, dari tiga kecamatan yang kekurangan soal itu secara keseluruhan sudah dapat teratasi. Hanya saja, untuk di Jogonalan keterlambatan materi soal berlangsung cukup lama, sehingga peserta yang seharusnya mengerjakan ujian tertulis terpaksa harus terlebih dahulu mengerjakan ujian praktek. 

Solusinya karena sambil menunggu soal, maka yang bersangkutan disepakati untuk mengerjakan ujian praktek dulu saja, jadi nanti gantian. Itupun juga harus ada kesepakatan dari panitia, perguruan tinggi dan peserta. Nanti dibuatkan berita acara,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Paguyuban Tim Pencalonan Pengangkatan Perangkat Desa (TP3D) Kecamatan Manisrenggo, Asrip mengakui sempat ada kekurangan jumlah soal untuk formasi Kaur Perancaan. Meski demikian, kewenangan terkait soal itu berada di tim penguji yang dalam hal ini adalah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Kalau kita dari panitia hanya menyampaikan berapa kebutuhan soalnya. Jumlah sudah kita kirimkan, namun ya itu yang terjadi. Akibat dari kekurangan soal itu, peserta harus menunggu sekitar 20-30 menit untuk mendapatkan soal,” kata dia

Namun demikian, lanjut Asrip, peserta yang terlambat mendapat materi soal dibanding peserta lainnya tetap diberi tambahan waktu untuk mengerjakan soal. Sehingga, ketika batas waktu untuk peserta lain sudah habis, untuk yang terlambat mendapat soal tetap dipersilahkan mengerjakan hingga waktu yang ditentukan.

Ia mengaku di Kecamatan Manisrenggo ini total peserta ujian mencapai 263 orang dari 15 desa. Dari 15 desa itu kekosongan jabatan yang akan diperebutkan sebanyak 40 formasi. Formasi tersebut meliputi Sekdes, Kaur Keuangan, Kaur Umum dan Perencanaan, Kasi Pemerintahan, Kasi Kesra dan Pelayanan, serta Kadus.