<p>Dirasa Janggal, Sejumlah Peserta Calon Perangkat Desa Minta Tes Ulang</p>
Pemerintahan

Dirasa Janggal, Sejumlah Peserta Calon Perangkat Desa Minta Tes Ulang

Ngawen, (klaten.sorot.co)-- Sejumlah peserta calon perangkat desa di Kecamatan Ngawen yang mengikuti ujian seleksi, pada Minggu (29/04) lalu meminta diadakan ujian ulang baik tertulis maupun praktek. Mereka menilai dalam ujian yang berlangsung serentak itu ditemui adanya beberapa kejanggalan.

Salah satu peserta ujian seleksi yang berasal dari Desa Kwaren, Abdul Muslih mengatakan kejanggalan tersebut dirasakan selama proses ujian hingga pengumuman hasil ujian itu sendiri. Menurut Muslih, tim penguji yang dalam hal ini adalah pihak perguruan tinggi tidak memiliki persiapan secara matang untuk menyelenggarakan ujian.

Muslih menceritakan, kejanggalan yang paling terlihat yakni pada saat proses koreksi lembar jawaban peserta. Pasalnya, dari batas waktu hasil pengumuman yang diprediksi dilakukan pukul 16.00 WIB justru molor hampir tengah malam. Ia mempertanyakan apa yang terjadi selama proses koreksi itu hingga memakan waktu sangat lama.

"Kita dapat informasi akan diumumkan sore, lalu molor hingga pukul 19.00 WIB. Tapi setelah kita tunggu ternyata molor juga hingga malam hari. Apa yang sebenarnya terjadi, harusnya kan bisa memperhitungkan berapa lama waktu yang dibutuhkan," kata dia.

Di Kecamatan Ngawen total peserta yang mengikuti ujian mencapai 280 orang, jika alasan dari tim penguji mengaku kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM), menurut Muslih hal itu justru tidak masuk akal. Pasalnya sebelum ujian ini dilakukan, pihak kecamatan sudah menyerahkan daftar beserta jumlah peserta yang akan mengikuti ujian. 

Tidak hanya itu, kejanggalan lain yang ia temui yakni dalam pelaksanaan koreksi lembar jawaban ujian komputer. Dari tiga materi yakni Microsoft Word, Excel dan Powerpoint, secara keseluruhan ia merasa sudah mengerjakan dan menyimpan jawaban sesuai instruksi. Namun pada kenyataannya justru kembali menimbulkan pertanyaan.

"Saya sudah mengerjakan soal Word, sudah dikumpulkan melalui flashdisk dan saya berikan ke pengawas ujian. Tapi disana disampaikan bahwa filenya tidak ada, nah itu lalu kemana? Padahal jika file itu tidak ada sesuai mekanisme ada klarifikasi, sedangkan punya saya tidak. Jadi ya saya anggap itu ada," imbuhnya.

Keluhan lain juga disampaikan oleh salah satu peserta, Cikal. Menurutnya selama proses ujian seleksi berlangsung di dalam ruangan, situasinya sangat gaduh dan tidak terkondisikan. Bahkan ada sebagian peserta yang secara terang-terangan menyontek juga tidak ditegur oleh tim pengawas. Padahal disitu jelas mereka ada didalam ruangan.

"Menyontek itu bebas sekali. Didalam ruangan itu kondisinya ramai lo, pengawas juga ada diruangan," jelas dia.

Sehingga, melihat sejumlah kejanggalan tersebut mereka beserta sejumlah peserta calon perangkat desa lainnya meminta untuk diadakan ujian ulang. Tidak hanya untuk Desa Kwaren, melainkan untuk seluruh Kecamatan Ngawen. Hal itu perlu lantaran untuk mengetahui validasi hasil ujian ini.

Sementara itu, Koordinator Kecamatan Ngawen dari Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten, Yulinda mengaku memang ada beberapa kesulitan dalam proses koreksi sehingga memerlukan waktu lama. Salah satu kesulitan yang dialami yakni ketika para peserta tidak menyimpan file komputer dengan tanda nomor peserta melainkan justru menandainya dengan nama peserta.

"Padahal sesuai SOP tanda untuk peserta adalah nomor, bukan nama. Nah kita kan tidak punya daftar nama, yang ada hanya nomor peserta. Sehingga jika mereka memberi tanda dengan nama, kita harus mencari itu nomor berapa dan kita cocokkan. Itu yang memakan waktu lama," urai dia.

Disinggung adanya permintaan ujian ulang, ia mengakui itu tidak mungkin bisa dilakukan. Apabila ada peserta yang sempat protes lantaran proses koreksi sempat molor hingga menjelang tengah malam memang itu merupakan tidak komplitnya data peserta yang ia terima. Selain itu, ia sendiri juga tidak pernah menjanjikan bakal mengumumkan hasil itu tepat waktu.

"Kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Kami memang tidak ada janji bisa mengumumkan sore hari mengingat proses koreksi cukup sulit. Itu yang menyampaikan kepada peserta akan diumumkan jam berapa adalah panitia, karena memang kami yakin itu tidak mungkin jika selesai sore hari," pungkas dia.