Tak Ada Tunjangannya, Absensi Sidik Jari Bagi ASN Klaten Belum Optimal
Pemerintahan

Tak Ada Tunjangannya, Absensi Sidik Jari Bagi ASN Klaten Belum Optimal

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Penerapan sistem absensi berbasis mesin finger print (sidik jari) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di kompleks Setda Klaten dirasa masih belum berjalan optimal. Sejak diluncurkan perdana pada awal tahun 2018 lalu, hingga kini masih ada sebagian ASN yang tak mengindahkan sistem absensi itu.

Kebid Umum dan Kepegawaian Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Klaten, Moh. Prihadi, mengaku belum optimalnya penerapan sistem tersebut lantaran tidak adanya reward dan punishment untuk memotivasi para ASN agar tertib. Sistem absensi sidik jari itu seyogyanya berlaku pada saat masuk dan pulang kerja.

"Kalau di kota-kota besar yang sudah mengguna sistem absensi sidik jari pasti ada tunjangan tambahan penghasilan (TTP) bagi ASN yang tertib. Sementara sampai saat ini di Klaten masih belum ada," kata dia.

Ia mengaku secara keseluruhan sistem tersebut masih belum terlihat lantaran penerapannya terbatas. Absensi sidik jari hanya berlaku bagi ASN yang bertugas di kompleks Setda Klaten, itupun jumlah mesin absensi masih belum terpasang di tiap-tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dari sembilan OPD, Pemkab baru menyediakan 8 unit mesin sidik jari. 

"Jadi absensi itukan baru berlaku di dinas dan instansi di lingkungan Setda saja, sedangkan untuk dinas-dinas lainnya masih belum. Jumlah mesin di lingkungan Setda pun juga masih kurang, belum terpasang semua. Masih ada yang gabung- gabung dulu," jelas dia.

Kedepan untuk meningkatkan motivasi seluruh ASN agar disiplin waktu, pihaknya berencana akan memberlakukan reward bagi ASN yang tertib. Namun dengan catatan, harus menunggu seluruh OPD di Pemkab Klaten sudah menerapkan sistem itu. Pengajuan pengadaan unit sidik jari telah disetujui pada APBD perubahan.

Menurutnya absesi dengan sistem sidik jari merupakan salah satu hal yang tepat untuk mengetahui mana saja ASN yang dinilai tidak disiplin dalam bekerja. Dari mesin sidik jari itu nantinya akan keluar rekapan pada minggu pertama setiap bulannya. Sehingga, ketika hasil sudah keluar akan terlihat mana saja ASN yang kerapkali terlambat.